25 Personel Polsek Cibinong Disiagakan Bantu Warga Pasca Bencana

by -
TINJAU: Anggota TNI dan Polsek Cibinong meninjau rumah warga pascabanjir di Kecamatan Cibinong.

METROPOLITAN – Sebanyak 25 personel kepolisian dari Polsek Cibinong, disiagakan untuk membantu melakukan evakuasi pasca banjir yang menerjang Kecamatan Cibinong pada Rabu (01/01) silam. 

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak lima kelurahan di Kecamatan Cibinong, diterpa longsor dan banjir lintasan. 

Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hasan mengatakan, lima kelurahan tersebut yakni, Naggewer, Pakansari, Sukahati, Karadenan dan Kelurahan Cibinong. 

“Dari lima kelurahan yang ada, empat diantara diterpa banjir lintasan. Hanya Kelurahan Nanggewer saja yang diterjang longsor,” kaya Yani Hasan kepada Metropolitan, kemarin. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun diperkirakan kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah. Lantaran ratusan rumah warga terendam air bah. 

“Jumlahnya mungkin ada sekitar 150 rumah warga yang terendam. Ada juga perumahanya. Tapi yang paling parah ada di Kelurahan Cirimekar, yang mengakibatkan SD Cirimekar 2 runtuh,” bebernya. 

Sementara itu, Kapolsek Cibinong Kompol Yudi Kusyadi mengatakan, sebanyak 25 personel dari internal Polsek Cibinong sudah dikerahkan, sejak awal mula bencana terjadi Rabu (01/01) lalu. 

Meski banjir sudah berangsur surut, namun pihaknya tetap menyiagakan sejumlah personel untuk membantu warga pasca bencana. Terlebih untuk membersihkan material longsor dan banjir. 

“Alhamdulillah semuanya sudah terkendali, hanya tinggal merapihkan sisa bekas banjir dan lumpur, kita juga melakukan pengerukan tanah dan pembersihan material lumpur bersama warga,” ujarnya. 

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada, karna cuaca masih belum bisa diprediksi. Bahkan hingga Jumat (03/01), langit Cibinong masih terpantau kelabu. 

“Kita juga akan berlakukan pengawasan, dengan menempatkan sejumlah personel untuk kontrol di kelurahan terdampak. Secara umum kita tidak mendirikan tenda darurat bagi masyarakat, tapi kita tetap mendirikan posko penanganan bencana di kantor kecamatan, sebagai pusat informasi,” tandasnya. (ogi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *