4.190 Korban Banjir Mulai Terjangkit Penyakit

by -
BERSIH-BERSIH:Dua warga sedang membersihkan lingkungan pascabanjir di Kota Bekasi, Jawa Barat.

METROPOLITAN– Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat sedikitnya 4.190 warga korban banjir di Bekasi mulai terjangkit penyakit sebagai dampak musibah banjir yang melanda wilayah itu.

“Ini hasil rekapitulasi sementara kami, masih terus bergerak dinamis karena ada warga yang langsung mengakses layanan Puskesmas di wilayah masing-masing juga,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit pada Dinkes Kota Bekasi, Dezy Sukrawati, Selasa (7/1).

Dezy menjelaskan, dari total 4.190 warga yang diserang penyakit sebagian besar di antaranya mengalami sakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dengan jumlah mencapai 25 persen lebih.

Sementara sisanya adalah penyakit lain yang umumnya berkaitan dengan kesehatan lingkungan mulai dari diare, penyakit kulit, hingga hipertensi akibat tekanan darah meningkat.

Baca Juga  Banjir Rendam 8 Desa di Jasinga Bogor, Bocah 15 Tahun Dikabarkan Hanyut

“Mungkin sebagian korban kaget dengan peristiwa tersebut karena ini berlangsung sangat cepat, jadi mereka stres dan tensi mereka juga naik,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan ketersediaan pertolongan medis berupa obat-obatan bagi warga yang terjangkit penyakit akibat banjir di wilayahnya.

“Obat-obatan kami pastikan aman ya bahkan sejak hari pertama banjir bantuan sudah datang hanya saja di sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah agak terkendala akses jalan yang terputus,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga telah menyiagakan tim medis di sejumlah posko banjir dan tempat-tempat pengungsian serta permukiman warga untuk menjamin pertolongan kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan pihaknya membuka posko induk kesehatan di Pendopo Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Baca Juga  Bogor Kembali Dihantam Banjir, Jembatan Putus

“Warga juga dipastikan sudah bisa mengakses layanan lain di Puskesmas yang ada di Kota Bekasi. 42 Puskesmas kita sudah beroperasi kembali,” kata dia.

Sementara di Tangerang Selatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) masih menyiagakan posko-posko kesehatan di titik-titik banjir yang tersebar di tujuh Kecamatan wilayah Tangerang Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Deden Deni mengatakan, posko kesehatan tersebut disediakan untuk melayani pasien yang terserang penyakit pascabanjir.

“Masih ada posko kesehatan di titik-titik banjir. Namun, saat ini jumlahnya hanya beberapa saja,” kata Deden saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

Dalam melayani para korban banjir, Dinas Keaehatan juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan pihak rumah sakit swasta yang ada di Tangerang Selatan. Menurut Deden, kerja sama tersebut dapat lebih maksimalkan pelayanan terhadap para pasien dari berbagai penyakit.

“Kita kerjasama dengan PMI dan rumah sakit swasta yang ada di Tangsel. Jika nanti pasien harus dilarikan ke rumah sakit bisa langsung cepat, bisa juga di Puskesmas terdekat,” kata Deden.

Deden mengimbau para korban banjir agar selalu membersihkan rumah masing-masing demi menghindari penyakit. Salah satunya, penyakit yang banyak terjadi datang dari kotoran binatang.

“Pascabanjir itu banyak. Salah satunya itu kaya penyakit kulit antisipasi juga salah satunya kencing tikus. Kita edukasi warga pembersihan tingkatkan lagi dan waspada penyakit banjir. Kita juga sediakan cairan antiseptic,” tutupnya.(re/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *