Akses Jalan ke Sukajaya Masih Lumpuh

by -
NGECEK: Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya saat meninjau akses jalan yang terputus di Kecamatan Sukajaya.

METROPOLITAN – SUKAJAYA  Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan bersama Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya meninjau lokasi akses jalan yang terputus di Kecamatan Sukajaya. Setelah diturunkan alat berat, akses masuk dari Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sampai Kantor Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya sudah bisa dilalui kendaraan.

Sedangkan akses jalan di Desa Kiarapandak, Urug dan Kiarasari masih belum bisa dilalui kendaraan. Sebab, akses jalan yang terputus sepanjang 50 meter hingga kemarin belum diperbaiki. Untuk sambungan arus listrik menuju wilayah Kecamatan Sukajaya masih padam, karena pihak PLN masih memperbaiki kabel dan tiang listrik yang rusak.

Iwan mengaku, hasil pendataan sementara, perhari ini ada 58 titik bencana alam yang tersebar di 15 kecamatan. Bencana alam yang paling parah terjadi di Kecamatan Sukajaya. Hal tersebut, disebabkan banyak akses jalan utama yang terputus, rumah warga rusak parah, jembatan terputus dan masih ada korban bencana alam yang belum dievakuasi.

Pihaknya sudah bergerak cepat dan menggelar rapat dengan BPBD Kabupaten Bogor guna mengevakuasi korban yang masih tertimbun material longsor. Termasuk, membuka akses jalan yang terisolir dengan mengunakan alat berat. Untuk posko bencana di fokuskan di Puskesmas Sukajaya. Sehingga bantuan, terfokuskan di satu titik.

“Saya sudah menggelar rapat dengan seluruh SKPD, agar bantuan bisa dipercepat digunakan karena untuk belanja harus ada legalitasinya. Kami akan belanja buat tanggap bencana di angka Rp28 miliar,” ungkapnya.

Lantaran curah hujan masih tinggi, Iwan mengimbau warga tetap waspada. Ia juga menginstruksikan camat segera mengiventarisir kebutuhan apa saja yang diperlukan korban bencana. Untuk korban bencana alam di Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, dirinya meminta kepada warga bersabar atas musibah yang menyebabkan rumah warga rusak dan jembatan terputus hingga menyebabkan tiga kampung terisolir.

“Saya mengimbau warga yang menggunakan jembatan darurat tidak memaksakan diri. Sebab, ketika arus deras bisa membahayakan diri, apalagi jembatan tersebut bukan jembatan permanen,” katanya.

Sementara itu, Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya mengaku prihatin atas musibah bencana alam yang sudah merenggut jiwa hingga memutuskan akses jalan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya memberikan bantuan kepada korban bencana dan membuka akses jalan, tapi bagaimana mencari solusi agar bencana alam ini tidak terulang lagi.

Karena bencana alam banjir bandang yang menyebab rumah rusak, hingga kendaraan hanyut bukan hanya di Kabupaten Bogor tetapi imbasnya sampai ke daerah lain.

“Penyebab utama bencananya apa, itu yang perlu Pemerintah Kabupaten Bogor tangani. Jangan sampai, kejadian ini terulang lagi,” tukasnya. (ads/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *