Dishub Beberkan Pelanggaran Mall Boxies

by -
EVALUASI: Beginilah kondisi jalan depan Mal Boxies yang diduga belum memiliki celukan.

METROPOLITAN – Kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Tajur akibat keberadaan mall Boxies 123 Tajur, ternyata terjadi karena beberapa faktor.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor yang sudah melakukan observasi dan pengamatan selama sepekan, menghasilkan sebuah kajian untuk Mall Boxies 123.

Kadishub Kota Bogor Eko Prabowo menegaskan bahwa dalam rekomendasi hasil observasi ada beberapa kegiatan yang belum dilaksanakan oleh pihak mall Boxies, diantaranya pembanguanan celukan dan shelter khusus pemberhentian angkot dan trotoar khusus pejalan kaki.

“Pembangunan itu harus dilaksanakan oleh pihak mall Boxies, karena ada dalam rekomendasi yang diberikan kepada pihak mall Boxies,” tegas Eko kepada Metropolitan, kemarin (22/12).

Berdasarkan kajian andal lalin, pembangunan yang harus dipenuhi oleh pihak mall Boxies itu harus dilengkapi.

Celukan harus dibangun dan shelter pemberhentian angkot, juga trotoar bagi pejalan kaki.

Kondisi dilapangan juga harus disesuaikan dan berdasarkan arahan dari Walikota, seluruh pohon pohon yang ada jangan sampai ditebang.

“Pohon pohon disana harus tetap dipertahankan dan jangan ditebang. Pembangunan yang belum dilaksanakan harus disesuaikan dengan kondisi pohon yang ada disana,” jelasnya.

Untuk pembangunan celukan, lanjut Eko, sangat memungkinkan tidak menebang pohon dan teknis operasionalnya nanti bisa dikordinasikan dengan dinas terkait.

Asalkan ada koordinasi, maka ketika pelaksanaannya bisa dilakukan penyesuaian.

Dishub juga akan melakukan rekayasa lalulintas di depan mall Boxies di titik weekend, karena setiap hari Sabtu dan Minggu, sudah pasti terjadi kemacetan disana.

“Pintu akses keluar dan masuk memang ada di tikungan itu, tetapi perlu dilakukan rekayasa lalin apabila kondisi krodit. Perlu juga dilakukan penambahan petugas dilapangan untuk mengatur lalulintas,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Jenal Mutaqin ikut angkat bicara terkait belum dilakukannya pembangunan celukan, shelter khusus angkot maupun trotoar bagi para pejalan kaki.

“Seharusnya semua pembangunan itu sudah dilaksanakan dan disiapkan sebelum operasional dijalankan. Pantas saja terjadi kemacetan, pembangunan yang berkaitan dengan andal lalin nya saja belum dibangun oleh pihak mall Boxies,” ucapnya.

Jenal menegaskan, belum dibangunnya fasilitas shelter, celukan dan trotoar, berarti pihak mall Boxies telah melakukan pelanggaran berat, apalagi semua pembangunan itu ada di dalam siteplane, maka wajib untuk dibangun.

“Kalau ada dalam siteplane dan belum dibangun, maka itu masuk kedalam pelanggaran berat. Pemkot Bogor jangan diam saja, harus dilakukan tindakan tegas kepada pihak mall Boxies,” pungkasnya.

Berita ini belum terkonfirmasi ke manajemen  Mall Boxies 123 Tajur, lantaran konfirmasi yang dilayangkan .(dil/c/yok) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *