Dosen IPB Ajari Peternak Kelinci Teknik Pemotongan ASUH

by -
BELAJAR: Sejumlah peternak kelinci belajar teknik pemotongan kelinci dengan konsep ASUH.

METROPOLITAN – Kegiatan Dosen Mengabdi IPB University kembali hadir menyapa masyarakat. Masyarakat yang disapa kali ini merupakan para peternak dan pecinta kelinci dari berbagai wilayah Bogor dan sekitarnya.  Acara yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini bertemakan tentang

“ASUH Kelinci Kita”.Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berasal dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB University. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang sidang Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3), LPPM IPB University, Kampus Baranangsiang, Kota Bogor. Kegiatan yang berupa bimbingan teknis (bimtek) ini dihadiri 30 peserta. Mereka  mayoritasnya merupakan para peternak kelinci.

Salah satu narasumber, Henny Nuraini memaparkan dua materi, yaitu tentang Sertifikasi Halal pada Industri Peternakan Kelinci dan Teknik Pemotongan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).  Menurut dia, daging kelinci memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan daging dari jenis ternak lain. Daging kelinci memiliki kadar protein lebih tinggi; memiliki kadar lemak, kolesterol, dan garam lebih rendah; serta mengandung senyawa kitotefin, yang disinyalir merupakan obat dari penyakit asma.

“Sayang sekali masyarakat di Indonesia belum begitu terbiasa dengan jenis daging yang satu ini. Salah satu penyebab kurang akrabnya masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi daging kelinci adalah terkait dengan status kehalalan dagingnya,” kata Henny.

Pada bimtek ini, para peserta diedukasi mengenai standar penentuan kehalalan suatu makanan, khususnya daging. Selain mengedukasi bagaimana teknik pemotongan kelinci yang benar, konsep ASUH ini sendiri merupakan suatu standar kualitas daging kelinci nantinya.

“Penerapan standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal ini akan semakin membuat masyarakat lebih yakin untuk mengkonsumsi daging kelinci karena kualitasnya akan lebih terjamin,” ujar Henny.

Salah satu partisipan, dokter hewan Patriantariksina Randusari yang berasal dari Dinas Pertanian Kota Bogor berharap kegiatan seperti ini dapat dijadikan agenda rutin. Dengan adanya kegiatan seperti ini, industri kelinci akan semakin dikenal di kalangan masyarakat luas dan pemerintah. (ayb/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *