Gempar Virus Corona, Warga Sumbar Tolak Turis China Kiriman Pemerintah

by -

METROPOLITAN – Masyarakat Sumatera Barat bersikap tegas dengan menolak kedatangan turis asal Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China, terkait penyebaran virus corona yang dianggap sangat mematikan. Tersebar secara massal di Wuhan, virus ini juga dituding merupakan senjata biologis China.

Meski berbagai pencegahan standar dilakukan, tapi informasi mengenai penyebaran virus coronan yang mematikan memaksa gelombang protes dari masyarakat. Selain turun ke jalan, warga Sumbar juga melakukan protes melalui media sosial.

Warga bahkan melakukan protes di kawasan wisata Jam Gadang. Mereka membawa spanduk dan menutut pelancong asal Negeri Tirai Bambu keluar dari Bukittinggi. Penolakan tidak main-main, warga sampai menunggu di depan Hotel Novotel untuk menghalau turis China agar tidak keluar dan berbaur dengan masyarakat setempat.

Tidak hanya di Bukittinggi, masyarakat Kabupaten Tanah Datar, juga menolak kedatangan mereka. Akibatnya, agenda kunjungan turis China ke Tanah Datar dibatalkan oleh agen travel.

Meski banyak penolakan dari warga yang resah, tapi turis asal China itu tidak bisa dipercepat keluar dari Sumbar. Mereka masih akan berada di Sumbar sampai empat hari ke depan, karena itu tuntutan warga dengan memberi ultimatum selama 2×24 jam juga tidak dapat dipenuhi.

Desak Diisolasi

Forum Masyarakat Minangkabau atau FMM mendesak Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, mengisolasi 155 turis asal Kota Kunming, China, yang saat ini sedang berada di Ranah Minang dalam rangka berwisata.

Langkah pengasingan ini dianggap sebagai opsi terbaik, karena Pemprov Sumbar tidak mampu memulangkan mereka lebih cepat dari jadwal yang sudah diagendakan, yakni pada 31 Januari 2020.

Kita minta segera pulangkan mereka dalam 2 x 24 jam. Kalau tidak bisa, maka isolasi saja mereka,” kata Juru Bicara FMM, Jel Fathullah.

Disambut Gubernur Sumbar

Seperti diketahui, kedatangan rombangan turis China ini disambut oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Penyambutan dilakukan dengan tari gelombang atau tarian untuk menyambut tamu khusus atau pejabat negara).

FMM menilai, apa yang dilakukan oleh Irwan Prayitno bentuk dari pelecehan budaya Minangkabau. Penyebaran virus corona harusnya menjadi perhatian khusus. Bali saja menolak kedatangan mereka.

Program Pemerintah Pusat

Ternyata, 155 turis asal Kota Kunming, China, datang ke Sumbar melalui program Pemerintah Pusat. Program ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, memfasilitasi penyambutan dan jamuan makan bagi para turis China ini. Guna memastikan mereka nyaman di Sumbar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *