Identitas Ibu dan Anak yang Tipu Putri Kerajaan Arab Saudi Rp 512 Miliar di Bali

by -

METROPOLITAN – Seorang putri Kerajaan Arab Saudi bernama Princess Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud ditipu oleh dua orang WNI berinisial EMC dan EAH.

Tidak tanggung-tanggung, akibat penipuan ini sang putri mengalami kerugian sebesar USD 36 juta atau sekitar Rp 505 miliar.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, kasus ini pertama kali dilaporkan oleh kuasa hukum Princess Lolwah pada bulan Mei 2019.

Kuasa hukum Princess Lolwah saat itu melaporkan adanya dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. ”Kerugian ditaksir Rp 512 miliar atau setengah triliun lebih,” kata Sambo, Selasa (28/1).

Sambo menuturkan, awalnya Princess Lolwah mengirimkan uang kepada para pelaku sebesar USD 36.106.574,84 atau Rp 505.492.047.760 mulai 27 April 2011 sampai 16 September 2018 untuk pembangunan vila.

Uang itu untuk membeli tanah dan pembangunan Vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Baca Juga  Arab Saudi Dan UEA Meminta RI Agar Kembali Aktif Di OPEC

Nyatanya hingga tahun 2018 bangunan vila yang dijanjikan kedua pelaku itu tak kunjung rampung.

Korban yang penasaran kemudian meminta sebuah kantor jasa penilai publik (KJPP) melakukan survei lapangan.

Hasilnya, berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, kondisi bangunan Villa Kama dan Amrita Tedja ternyata tidak sesuai dengan kesepakatan harga.

”Didapatkan nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” ujar Sambo.

Sambo menyebut, tanah dan vila tersebut semula juga akan dibalik nama atas nama perusahaan PT Eastern Kayan. Namun sampai saat ini, tanah dan vila itu masih atas nama tersangka.

”Bareskrim Polri tengah mengusut kasus dugaan penipuan tersebut,” kata Sambo.

Tak hanya menipu sang putri Arab dalam pembangunan vila, kedua pelaku juga menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 meter persegi (m2) di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.

Baca Juga  Arab Saudi Bangkitkan Industri Hiburan

Sang putri kemudian mengirimkan uang Rp 6 miliar kepada tersangka.

”Akan tetapi, setelah dikonfirmasi, pemilik tidak pernah menjual lahan itu,” ucap Ferdy.

Sementara itu kuasa hukum Princess Lolwah di Indonesia, I Wayan Mudita mengatakan, kliennya pertama kali bertemu dengan pelaku di Malaysia.

”Putri kenal dengan pelaku di Malaysia, ketika princess ini ada investasi di Malaysia. Dari situ ditawari investasi di Indonesia, di Bali,” kata Mudita.

Menurut Mudita, ketika itu korban langsung menaruh kepercayaan pada kedua pelaku.

Bahkan kedua pelaku sempat diangkat jadi direktur utama dan komisaris di perusahaan yang dikelola korban.

”Korban pernah menunjuk pelaku sebagai direktur dan komisaris setelah perkenalan di Malaysia,” ucap Mudita.

Baca Juga  Indonesia Ekspor 15 Ribu Ton Tanaman Pangan, Primadona Ubi

Princess Lolwah sendiri baru sadar dirinya ditipu pada 2018 setelah kedua pelaku menghilang.

Korban pun kemudian mendatangi Bareskrim Polri pada Mei 2019.

Mudita menyebut, setelah kasus penipuan tersebut terendus, kedua pelaku tak bisa lagi dihubungi. Kedua menghilang dan kini kedua pelaku telah menjadi buronan polisi.

Mengenai identias pelaku, Mudita mengatakan kedua pelaku yang berinisial EMC dan EAH itu merupakan ibu dan anak.

”Mereka itu hubungan statusnya anak dan ibu,” kata Mudita.

Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, polisi hingga kini masih memburu kedua pelaku.

Pelaku diduga melanggar Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan PemberantasanTindak Pidana Pencucian Uang.

”Polisi telah menetapkan keduanya sebagai DPO Bareskrim Polri, namun statusnya belum tersangka,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *