Isi Lengkap Pergub Anies yang Larang Plastik Kresek di Mal hingga Pasar

by -

METROPOLITAN – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah menerbitkan peraturan yang melarang penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai (kantong plastik kresek) di pusat perbelanjaan (mal), toko swalayan, hingga pasar. Isi lengkap Pergub juga mengatur soal pengecualian untuk kantong kemasan bahan pangan hingga sanksi jika melanggar.

Larangan ini tertuang dalam Pergub DKI Nomor 142 tahun 2019 Tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. Pergub ini diteken Anies pada 27 Desember 2019 dan diundangkan pada 31 Desember 2019.

Aturan ini efektif berlaku 6 bulan setelah diundangkan atau mulai 1 Juli 2020. Saat ini, larangan kantong plastik kresek lebih dahulu disosialisasikan.

Baca Juga  Agustus Mendatang Ahok Jadi Mendagri, Djarot Jadi Plt Gubernur, Benarkah Itu?

Pergub ini mengatur bahwa pusat perbelanjaan (mal), toko swalayan, hingga pasar wajib menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.

Yang dimaksud dengan kantong belanja ramah lingkungan adalah kantong belanja guna ulang (reusable) yang dapat terbuat dari bahan apapun, baik daun kering, kertas, kain, polyester dan turunannya maupun materi daur ulang, memiliki ketebalan yang memadai, dapat didaur ulang, serta dirancang untuk dapat digunakan berulang kali.

Kantong plastik sekali pakai ini umum disebut sebagai kantong plastik kresek.Jika kantong plastik kresek masih disediakan, pengelola mal bisa disanksi berupa teguran hingga denda.

Selain itu, pusat perbelanjaan (mal), toko swalayan, hingga pasar dilarang menggunakan kantong belanja plastik sekali pakai. Yang dimaksud dengan kantong belanja plastik sekali pakai adalah kantong belanja dengan pegangan tangan yang digunakan sebagai wadah untuk mengangkat barang  terbuat dari bahan dasar plastik, polimer thermoplastic, lateks, polyethylene, thermoplastik synthetic polymeric atau bahan sejenis lainnya.

Baca Juga  Banjir Jakarta Bukan Salah Anies Baswedan, Ini Kata BMKG

Namun, pedagang di mal atau pasar hanya diberi teguran apabila masih menyediakan kantong plastik kresek.Bagaimana bila pelanggan membeli daging atau sayur yang belum terbungkus kemasan apapun?

Pergub ini masih mengizinkan mal, swalayan, hingga pasar menyediakan plastik kemasan sekali pakai untuk mewadahi bahan pangan yang belum dibungkus apapun. Jika ada bahan pengganti, maka penggunaan kantong kemasan plastik sekali pakai dihentikan.

Yang dimaksud dengan kantong kemasan plastik sekali pakai adalah kantong transparan sebagai kemasan untuk membungkus dan menjaga sanitasi bahan pangan yang belum terselubung kemasan apapun serta terbuat dari bahan dasar plastik, polimer thermoplastic, lateks, polyethylene, thermoplastik synthetic polymeric atau bahan sejenis lainnya.

Baca Juga  Pemprov DKI Rombak 2.650 Pejabat Eselon

“Kewajiban pengelola dalam Pergub tersebut disebutkan bahwa pengelola wajib memberlakukan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan di lokasinya,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih, dalam keterangannya, Selasa (7/1/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published.