Kelola Sampah, Pemkot Bogor Kekurangan Duit

by -

METROPOLITAN.ID – Setelah memberlakukan larangan penggunaan sampah plastik, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya menekan produksi sampah masyarakat. Namun, pembiayaan, menjadi alasan penekanan produksi sampah Kota Hujan.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim benarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sekitar 80 perusahaan lebih sudah memaparkan alat untuk melebur sampah. Mulai dengan mesin penghancur sampah (incineration,red) tingkat kelurahan, hingga tingkat kecamatan.

Namun lagi-lagi, masalah pembiayaan menjadi ganjalan. “80 lebih perusahaan pengurai sampah sudah mengajukan kerjasama kepada kita, tapi mereka ingin kita membeli produk mereka. Masalahnya itu, kita harus pertimbangkan biayanya,” katanya.

Menurut Dedie, dalam satu hari sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Bogor bisa kenyentuh 500 hingga 600 ton perhari. Hal ini juga yang menjadi alasan, keseriusan Pemkot Bogor, untuk menekan jumlah produksi sampah masyarakat.

Baca Juga  Bupati Bogor Sulap Simpang Sentul Jadi Tak Kumuh, Bangun Tugu Berfilosofi

Lantaran terganjal masalah pembiayaan, untuk mengurangi produksi sampah yang dihasilkan masyarakat, Pemkota Bogor masih mengandalkan program Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).

“Kita masih mengandalkan TPS 3R sebagai program andalan kita untuk menekan sampah, kita ingin warga Kota Bogor memilah sampah dari rumah. Agar ada penurunan produksi sampah yang kita kirim ke Galuga sana,” bebernya.

Untuk saat ini, jumlah tumpukan sampah kita di Galuga mencapai 13 hektar, dari jumlah lahan milik Kota Bogor seluas 39 hektar. “Intinya kita ingin, menjaga agar luasan tumpukan sampah milik kita tidak bertambah luas. Intinya kesana,” tandasnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.