Pasca Banjir, Empat Penyakit Serang Warga Bekasi

by -
RAWAN: Warga Kabupaten Bekasi beraktivitas di tengah banjir yang rawan menyebabkan penyakit.

METROPOLITAN – Empat jenis penyakit sasar korban banjir di wilayah Kabupaten Bekasi. Secara keseluruhan korban mencapai 1.800 orang usai banjir melanda awal tahun lalu.

Keempat jenis penyakit itu diantaranya, penyakit kulit, lalu Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), nyeri otot atau Myalgia dan sakit kepala atau chepalgia. Jumlah ini berdasarkan data dari 44 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Catatan tanggal 2 Januari jumlahnya 1.000 pasien. Kemudian, tanggal 5 Januari sebanyak 800 pasien. Jadi total 1.800 pasien yang dilayani 44 Puskesmas di Kabupaten Bekasi pascabanjir,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Bekasi, Wawan Hernawan, Jumat (10/1/2020).

Meski begitu, Wawan juga mengantisipasi adanya jenis penyakit lain yang diderita korban banjir. Salah satunya, hipertensi dan jantung. Karena kata Wawan, sangat dimungkinkan korban banjir mengalami stres lantaran seisi rumahnya terendam banjir. Sehingga memicu penyakit hipertensi dan jantung.

Baca Juga  Jembatan Rusak, Pemkot Bekasi Minta Rp1 Miliar

Oleh karena itu Puskesmas sudah jalan mengantisipasi dengan menyiapkan obat-obatan,” katanya.

Seperti yang diketahui banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Bekasi sejak awal Januari 2020 kemarin merendam pemukiman penduduk mulai 15 centimeter hingga 1.5 meter.Pasca Banjir, Empat Penyakit Serang Warga Bekasi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sry Enny Mainiarti mengatakan, sejak wilayah Kabupaten Bekasi direndam banjir, pihaknya sudah memberikan logistik dan kebutuhan lainnya kepada korban banjir.

Bersama Puskesmas, UPTD dan organisasi profesi sudah turun ke lapangan. Kami mengumpulkan makanan, minuman dan pakaian layak pakai, susu, pampers pembalut untuk diberikan ke tempat-tempat yang terkena banjir,” tandasnya. (inp/feb)

Baca Juga  Sentani Tak Terhubung ke Laut, Mengapa Ikan Hiu Bisa Nyasar !

Leave a Reply

Your email address will not be published.