Pasca Bencana, Satu Desa Masih Gelap Gulita

by -

METROPOLITAN.ID – Pasca bencana longsor yang menimpa Daerah Barat Kabupaten Bogor sejak Rabu (01/01) lalu, hingga kini sejumlah daerah masih belum teraliri listrik. Putusnya aliran listrik, lantaran hanyutnya ratusan tiang penyangga kabel milik PLN di lokasi bencana.

Dandim 0621 Letkol Inf Harry Eko Sutrisno mengatakan, pasca bencana longsor dan banjir yang melanda sejumlah daerah, ada beberapa wilayah yang hingga kini belum teraliri listrik, diantaranya Desa Cileuksa. “Ada beberapa kampung di Cileuksa yang masih gelap,” katanya.

Pria yang kini dipercaya sebagai Incident Commanders (Komandan Tanggap Darurat,red) tersebut menjelaskan, belum adanya listrik di kawasan tersebut, lantaran sulitnya medan dan jalur yang mesti ditembus.

“Kesulitan PLN ini ada pada akses jalan utama, karna kan pemasangan tiang PLN itu di jalan utama. Sedangkan kita kan ada beberapa buka jalan baru, jadi kesulitannya disitu,” bebernya.

Meski begitu dirinya mengaku akan mengupayakan secepat mungkin, agar kawasan tersebut bisa teraliri listrik. Sambil menanti, pihaknya menggunakan sejumlah jenset untuk penerangan di posko pengungsian. “Secepatnya kita usahakan. Untuk sementara kita gunakan jenset untuk penerangan di posko pengungsian,” tegasnya.

Menejer UPT PLN Bogor Gunawan mengatakan, sedikitnya ada sekitar 144 tiang PLN yang rusak, hancur, hingga terbawa material longsor pada bencana kemarin. Dirinya juga mengakui, jika sulitnya akses jalan menjadi salah satu kendala pihaknya.

“Kendala kita ada di akses jalan. Kalau akses jalan sudah terbuka baru tiang bisa kita angkut, saat ini kan masih ada beberapa akses jalan yang masih sulit dilalui roda empat,” paparnya.

Sambil menunggu terbukanya akses, sementara waktu pihaknya menurunkan delapan jenset, untuk para pengungsi. “Delapan jenset dengan kapasitas 5000 wat kita turunkan untuk sementara waktu. Kalau jalan sudah terbuka, insyallah satu pekan pengerjaan sudah selesai,” tandasnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *