Pedestrian Rampung, Puluhan PKL ‘Terusir’

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor baru saja merampungkan proyek penataan pedestrian Jalan Suryakencana pada tahun anggaran 2019. Sejalan dengan itu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di trotoar sepanjang Pasar Bogor hingga Gang Aut, bakal ‘terusir’ dari tempat biasa.

Sebab dalam dua pekan kedepan, Pemkot Bogor bakal melakukan sterilisasi di pedestrian kawasan Pecinan-nya Kota Bogor itu.

Tak kurang dari 89 PKL yang terdata pun terpaksa pindah lapak. Rencananya, para PKL tersebut akan direlokasi ke Jalan Bata dan tujuh koridor di Gang Roda 1 hingga 7.

Namun sebelum itu, puluhan PKL itu akan diangkut terlebih dahulu ke Plaza Bogor, lantaran penataan Jalan Bata dan Gang Roda yang disertai pembangunan booth bagi para PKL, baru akan rampung satu hingga dua bulan kedepan. Hasil kerjasama Pemkot Bogor dengan salah satu produk minuman teh.

“Sekurang-kurangnya ada 89 PKL Surken yang akan direkolasi masuk ke Plaza Bogor dulu. Menunggu pembuatan booth dari produk minuman yang sudah kerjasama. Mereka yang menata juga,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor Samson Purba saat ditemui di Balai Kota, kemarin.

Mantan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor itu menambahkan, sehingga para PKL sudah steril dari pedestrian dan mulai masuk Plaza Bogor setidaknya pada 14 Januari nanti.

Sembari menunggu fasilitas sarana dan prasarana selesai, baru PKL terpilih ditempatkan di Jalan Bata maupun koridor Gang Roda.

“Konsepnya kan sudah dibuat, artinya tidak semua terfasilitasi. Hanya beberapa pedagang yang terpilih, sedangkan untuk pedagang yang tidak terpilih tetap berada di Plaza Bogor nantinya,” tukasnya.

Tak main-main, ‘kelayakan’ penempatan PKL Jalan Bata dan Gang Roda disebutnya disaring langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, yang melihat dari berbagai aspek.

Setelah nantinya terpilih, kata Samson, akan diberi waktu pelatihan dan pemberdayaan selaam sebulan sebelum siap berjualan.

Ia menjelaskan, dari 89 PKL, nantinya hanya ada 39 PKL yang bisa berjualan di Jalan Bata, sedangkan tujuh koridor Gang Roda bakal diisi 18 PKL.

Sebab, menurutnya tidak semua koridor gang diperbolehkan jadi tempat berjualan. Ia mengaku, sudah menyosialisasikan hal ini kepada warga sekitar, ketika pedestrian rampung bakal ada penataan PKL.

“Jadi pertengahan Februari itu bisa jadi booth-nya lah, bisa diisi. Kita sih nggak tutup kemungkinan untuk pelatihan PKL itu dari pihak ketiga, misalnya kampus. Nah untuk nanti yang nggak masuk kedua itu, jadi tugas PD Pasar Pakuan Jaya untuk ‘meriahkan’ sentra kuliner itu. Termasuk biaya sewa seperti apa. Ada tim khusus nanti setelah ini, kita atur, berapa sewa di Plaza Bogor atau Jalan Bata dan Gang Roda. Sampai saat ini mah kami belum tentukan,” ucap Samson.

Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya Muzakkir menerangkan, masih ada waktu satu hingga dua bulan untuk mematangkan konsep pusat kuliner legendaris di Jalan Bata.

Nantinya, semua tennants punya syarat-syarat saat berjualan, seperti makanan tanpa piring dan gelas, kawasan rapi indah nyaman, serta adanya pembayaran non tunai. Ia mengakui, beberapa komoditi kuliner jadi prioritas lantaran masuk kategori makanan legendaris di Surken, misalnya soto kuning atau asinan Bogor. Tak lain dan tak bukan, untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan.

Untuk Jalan Bata, kata dia, ada sekitar 40 tennant yang berjualan, sedangkan sisanya disiapkan di Gang Roda.

“Sama lah, yang di Gang Roda juga bayarnya bisa cashless. Ini sedang kami jajaki vendor mana yang cocok.  Supaya perputaran uangnya jelas, ketahuan pendapatan satu tennant-nya berapa,” tutup mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bogor itu. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *