Pemkab Larang Video Ormas Bentrok Disebar

by -
SIAGA: Anggota kepolisian diturunkan untuk menghadang massa yang sempat bentrok.

METROPOLITAN – SUKABUMI Pemkab Sukabumi meminta warga tidak memprovokasi dengan memposting kembali video bentrok dua kelompok yang terjadi Jumat (25/1) hingga Sabtu (26/1). Hal itu dikhawatirkan bisa kembali memancing kondisi yang saat ini telah kondusif.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Pemkab Sukabumi Herdi Bima Somantri, Minggu (27/1/2020).

“Terkait bentrokan kedua ormas, bupati sukabumi mengimbau untuk sama sama bisa menahan diri dan saling menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Mengenai kasus pidananya, Herdi menyatakan hal itu diserahkan pada aparat penegak hukum.

“Percayakan pada mereka (polisi), Insya Allah pihak kepolisian akan menangani secara profesional,” ujar Herdi.

Sementara itu Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sukabumi Dodi Rukman mencatat dua kelompok massa yang bentrok di Sukabumi, salahsatunya ormas yang belum terdaftar. Satunya lagi berstatus yayasan padepokan.

“Kalau Sapu Jagat terdaftarnya sebagai Yayasan Padepokan, bukan Ormas. Surat-surat mereka lengkap termasuk akta notaris, sudah lama keberadaannya. Sementara BPPKB mungkin Ormas tapi sejauh ini belum terdaftar ke kita belum tercatat,” kata Dodi kepada awak media di Sukaraja, Minggu (26/1/2020).

Atasnama Pemkab Sukabumi, Dodi berterimakasih atas peran serta aparat meredam situasi saat terjadi bentrok hingga situasi kembali kondusif.

“Kami berterimakasih kepada Polri, kepada Polres Sukabumi Kota, TNI dan personel yang di BKO kan yang sudah menangani masalah ini tidak sampai melebar,” lanjutnya.

Terkait mediasi, Dodi menyebut Pemkab Sukabumi menyerahkan sepenuhnya langkah itu kepada kepolisian.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Polri dan sudah dilakukan oleh Polri. Kami hanya mem-back up,” kata Dodi.

Sementara itu, tiga pelaku yang diduga menjadi pemicu bentrok dua ormas di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (24/1) lalu, telah ditangkap Polres Sukabumi Kota dan Ditreskrimum Polda Jabar.

Para pelaku yang diamankan yaitu RT alias T (25), DF alias H (29) dan RM alias E (25). Namun begitu, polisi tidak menyebutkan ketiga pelaku berasal dari kubu ormas mana.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengungkapkan, penyelidikan tiga pelaku pengeroyokan diserahkan ke Polda Jabar.

Ditreskrimum Polda Jabar bersama Polres Sukabumi Kota telah mengamankan tiga pelaku yang diduga menjadi pemicu bentrokan dua ormas,” kata Wisnu, Sabtu (25/1).

Barang bukti yang diamankan visum dari tiga korban. Sementara untuk senjata tajamnya polisi menerbitkan daftar pencarian barang (DPB) karena pelaku membuang senjata tajamnya.

Para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” sebutnya.

Wisnu memastikan situasi di lokasi kejadian sudah berangsur kondusif.

“Sebagai antisipasi lokasi kejadian masih dijaga petugas gabungan,” katanya. (de/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *