Pemkot Bekasi sudah Habiskan Dana Tanggap Darurat Rp5,2 Miliar

by -
PEMULIHAN: Pascabanjir awal tahun, sejumlah ruas jalan tertutup lumpur. Kondisi ini membuat Pemkot Bekasi cepat tanggap mengucurkan bantuan untuk proses pemulihan.

METROPOLITAN – BEKASI Pemerintah Kota Bekasi mengklaim penggunaan dana tanggap darurat bencana banjir hanya Rp5,2 miliar. Dan seluruh dana itu diserap oleh lima Intansi.

Kelima instansi itu diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp514.901.451, Dinas Sosial (Dinsos) Rp785.776.600, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rp865.382.031, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rp1.483.990.000 dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Rp1.586.805.397.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kota Bekasi Supandi Budiman menyatakan, realisasi penggunaan anggaran tanggap darurat bencana banjir hingga saat ini sudah mencapai Rp5,2 miliar. Penggunaannya dipakai saat penanganan pra maupun usai banjir.

Pemerintah Kota Bekasi sangat care, karena bencana alam ini kita tidak bisa menghindari namun barangkali kita bisa mengurangi dan bagi masyarakat yang terkena dampak agar bersabar,” kata Sopandi, Minggu (26/1/2020).

Penanganan masa recovery kata Sopandi, sudah diatur sendiri karena memang statusnya baru diturunkan. Sebab, prediksi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan intensitas tinggi terjadi di akhir Januari dan awal Februari.

Ditambah, kata dia, Kota Bekasi sendiri masih ada perbaikan tanggul yang jebol sehingga masih dalam konteks penanganan baik tanggap darurat maupun recovery.

Saat ini diakui Sopandi, Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan upaya agar dampak bencana banjir ini bisa segera ditangani dan masyarakat bisa kembali hidup normal.

Kita berharap kondisi masyarakat di Kota Bekasi cepat pulih walaupun memang secara bertahap. Saya Juga berharap apa yang diprediksi BMKG tidak terjadi dan masyarakat bisa kembali hidup normal,” tandasnya.(*/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *