Pemprov Jabar Kucurkan Rp7,5 Miliar Bantu Korban Bencana

by -
BANTUAN: Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum memberi bantuan di kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, kemarin.

METROPOLITANGubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Emil mengaku telah menyalurkan dana tanggap darurat sebesar Rp7,5 miliar untuk enam daerah yang terdampak bencana pada awal 2020. Dana tersebut untuk membantu penanggulangan bencana yang tengah dilakukan bupati dan wali kota masing-masing daerah terdampak.

Menurut Emil, kejadian bencana di awal tahun ini membuat penyaluran dana tanggap darurat tersebut juga digelontorkan pada awal tahun. Hal ini menjadi sejarah dalam pemerintahan Jawa Barat.

“Ini baru pertama kali dana tanggap darurat diturunkan di awal tahun. Mudah-mudahan menguatkan dukungan bantuan bagi para korban,” kata Emil usai menggelar rapat Paripurna di Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, kemarin.

Menurutnya, bantuan tanggap darurat ini disalurkan kepada Kabupaten Bandung Barat sebanyak Rp1 miliar, Kabupaten Karawang Rp1 miliar, Kota Depok Rp1 miliar, Kabupaten Bekasi Rp1 miliar, Kabupaten Bogor Rp1,5 miliar dan Kota Bekasi Rp 2 miliar.

“Dan itu (diberikan di awal tahun) karena memang situasinya. Mudah-mudahan menguatkan dukungan bantuan ke kota kabupaten terdampak bencana,” ucap dia.

Bedanya dengan DKI kalau di Jabar itu gubernur tidak secara langsung karena level teknis ada di bupati dan wali kota. Kami tidak bisa langsung ke lapangan tanpa koordinasi dengan kabupaten kota. Kalau mereka tidak sanggup baru kepada kami,” sambungnya.

Menurut Emil, koordinasi antara Pemprov Jabar dengan pemerintah kabupaten dan kota harus terus dijalankan terkait tanggap darurat pasca bencana banjir.

Baca Juga  Ridwan Kamil Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin China, ‘Tunduh Bae’, Makan Lebih Banyak

“Tentunya koordinasi terus kami jalankan dan pertengahan minggu ini kami rapat semua daerah terdampak. Jadi kami akan review solusi teknis di lokasi terkait ada bendungan di Karawang yang akan kami buat supaya mengurangi potensi banjir di Cibeet dan Cilamaya,” imbuh dia.

Menurut Emil, Pemprov Jabar juga akan bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat proses pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi di Bogor.

“Jika ini berhasil minimal 30 persen pengendalian air sebelum ke arah utara itu bisa diatur sedemikian rupa. Walaupun tidak ada jaminan seratus persen karena kalau sudah cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi,” bebernya.

Emil berharap bencana banjir di awal tahun 2020 bisa menjadi hikmah untuk seluruh warga Jabar dan jangan saling menyalahkan karena setiap orang punya kontribusi juga terhadap hal yang tengah dihadapi ini.

“Jangan saling menyalahkan karena kita punya kontribusi juga terhadap hal yang tengah dihadapi. Jadikan momen hikmah juga untuk bertawakal karena bagaimanapun sudah ada takdir Allah,” ujarnya.(tib/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *