Polresta Bogor Tetapkan 9 Tersangka Kasus Tawuran Tangan Buntung

by -

METROPOLITAN.id– Polresta Bogor Kota akhirnya menetapkan sembilan orang tersangka terkait kasus tawuran pelajar di Jalan Tumenggung Wiradireja, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, pada Selasa (21/01) lalu.

Tawuran tersebut mengakibatkan seorang pelajar kehilangan pergelangan tangannya dan seorang lainnya terluka usai ditebas senjata tajam.

Penetapan tersangka merupakan hasil pendalaman dan penggalian informasi dari para pelajar yang diamankan kepolisian usai tawuran terjadi.

Kepala Urusan Sub Bag Humas Polresta Bogor Kota Ipda Desty Irianti mengatakan, sembilan pelajar yang ditetapkan sebagai tersangka diamankan di lokasi berbeda. Mereka adalah MM, RR, DS, DR, DL, AA. Keenamnya berusia 19 tahun.

Sementara tiga lainnya yakni, RS (17), AZ (17) dan RR (16). Menurutnya, sembilan tersangka dikenakan pasal berbeda. Musababnya, beberapa di antaranya masih dibawah umur.

Baca Juga  Pembunuhan Remaja di Bogor, 20 Orang Diperiksa Kepolisian

“Dari sembilan tersangka, ada tiga pelajar yang masih di bawah umur, makannya hukumannya berbeda,” kata Desty kepada Metropolitan.id, Selasa (28/1).

Mereka dijerat dengan pasal 76C junto Pasal 80 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang RI Tahun 2003.

Pihaknya juga menjerat pelaku dengan tindak pidana membawa, memiliki dan menguasai senjata tajam, tanpa hak sebagai mana dalam Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Pasal 80 Ayat 2 hukuman 5 tahun penjara, sementara Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, diancam 10 tahun penjara,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar tawuran tak terulang kembali.

Baca Juga  Manipulasi Harga Obat Covid-19, 3 Pemilik Apotik di Bogor Diciduk Polisi

Kepolisian bersama Pemerintah Kota Bogor berencana akan memantau selama 24 jam. Tak hanya itu, kepolisian juga sudah menyiapkan tim cyber untuk memantau, memonitor dan melacak, segala kemungkinan potensi adanya ajakan atau sebaran tawuran di media sosial. Terlebih pada waktu tertentu seperti malam hari.

“Kita juga ada tim khusus cyber dari pemkot dan polres yang akan memantau medsos. Kita akan pantau semua sebaran, ajakan untuk tawuran sebagai antisipasi awal. Termasuk pengawasan selama 24 jam, karena belakang ini tawuran kerap terjadi pada tengah malam hingga jelang subuh,” tandasnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *