PSI Lapor ke KPK setelah Temukan Kejanggalan di Revitalisasi Monas

by -

METROPOLITAN – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Laporan ini terkait dengan ditemukan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi kawasan Monas tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Tim Advokasi PSI Jakarta, Patriot Muslim di Gedung Merah Putih Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Patriot menyebut kejanggalan yang dimaksud satu diantaranya ketidakjelasan alamat dari kantor kontraktor pelaksana proyek.

Menurut hasil penelusuran media maupun tim advokasinya, tidak ditemukannya kantor yang beralamat di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Bahkan ia juga mendapatkan info bahwa kantor kontraktor tersebut berada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Jadi dari penelursuran media maupun tim kami, kantor kontraktor itu di Cirascas, tapi setelah ditelusuri ada info lagi di Letjen Suprapto, Cempaka Putih,” ujarnya yang dilansir dari kanal YouTube Kompas Tv, Jumat (24/1/2020).

“Itu malah tambah enggak jelas dan banyak yang enggak tahu saat kami selidikin di Letjen Suprapto itu,” jelasnya.

Sehingga dari masalah alamat kantor ini tim advokasi PSI menduga ada tindak korupsi dalam proyek revitalisasi Monas itu.

“Dari problem soal alamat kantor yang kurang jelas tadi, dan kami duga ada pelanggaran terhadap peraturan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah),” kata Patriot.

Ia mempertanyakan alasan Pemprov DKI menunjuk perusahaan kontraktor itu, untuk melaksanakan proyek revitalisasi Monas.

Patriot juga meragukan terkait perusahaan kontraktor tersebut.

Mengingat kantor kontraktornya pun tidak jelas keberadaannya.

“Akhirnya jadi berkembang, apakah ini perusahaan kontraktor?” ujar Patriot.

“Ini jangan-jangan, jangan-jangan ya, diduga perusahaan kertas atau perusahaan bendera kayak begitu,” imbuhnya.

dalam pelaporannya ini, tim advokasi PSI menyerahkan beberapa bukti yang telah dimiliki.

Seperti dokumen layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), foto-foto hasil penusuran PSI ke kantor kontraktor, serta beberapa tautan pemberitaan media massa.

Patriot juga menuturkan alasan PSI melaporkan hal ini kepada KPK.

PSI tidak ingin polemik terkait kontraktor proyek revitalisasi Monas itu terus menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Sehingga pihaknya ingin KPK segera mendalami dugaan yang dilaporkan oleh PSI ini.

“Kita pingin sinergis dengan KPK sampai bisa menjernihkan masalah ini,” ujarnya.

“Jangan sampai kai menduga-duga ada kecurigaan nanti akhirnya mayarakat jadi resah,” imbuhnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan Pilih Bungkam

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan enggan berkomentar terkait penebangan ratusan pohon dalam proyek revitalisasi Monas.

Anies hanya menyerahkan penjelasan soal proyek tersebut kepada kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertahanan (Citata) DKI Jakarta.

“Sama Citata saja,” ujar Anies singkat, dilansir dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (24/1/2020).

Anies kemudian hanya tersenyum dengan melambaikan tangan ke arah awak media.

Diberitakan sebelumya, Pemprv DKI sedang melakukan revitalisasi kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Direncanakan, proses revitalisasi akan mulai dikerjakan mulai 2019 hingga 2021 nanti.

Namun proyek ini baru menjadi sorotan publik belakangan ini karena adanya ratusan pohon demi proyek itu.

Diketahui sekira 190 pohon di sisi selatan kawasan Monumen Nasional (Monas) ditebang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara kawasan selatan Monas tersebut akan dibagun ruang terbuka publik yang terdiri dari plaza dan air mancur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *