Rp32 M demi Infrastruktur

by -
KURANG PERAWATAN: Seorang pengendara saat melintas di Jalan Raya Yasmin, Kota Bogor. Trotoar di jalan itu terlihat rusak

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan anggaran sekitar Rp32,165 miliar untuk biaya pemeliharaan rutin dan berkala untuk jalan, jembatan, drainase dan trotoar di Kota Hujan.

Berdasarkan draf Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2005 hingga 2024, Kota Bogor memiliki total jalan sepanjang 620.595 kilometer yang terdiri dari 33.810 kilometer berstatus jalan negara, 6.358 kilometer jalan provinsi dan 580.427 kilometer
Kota Bogor.

Jika dirinci berdasarkan kondisi, dari 580.427 kilometer jalan Kota Bogor, hanya sekitar 5,67 persen kondisi jalan dalam keadaan baik.

Sekitar 24,81 persen jalan Kota Bogor berstatus rusak berat. 27,63 persen kategori rusak, 39,96 persen berstatus sedang.

Ini juga yang menjadi landasan, melimpahnya anggaran pemeliharaan jalan, jembatan, drainase dan trotoar.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, membenarkan hal ini. Menurutnya, anggaran sekitar Rp32,165 miliar diperuntukkan dua program.

Pertama, pemeliharaan rutin, jalan, drainase dan jembatan. Kedua, pemeliharaan berkala, jalan, trotoar, drainase dan jembatan.

Untuk pemeliharaan rutin, jalan, drainase, jembatan, pihaknya menganggarkan sekitar Rp19,455 miliar. Sementara pemeliharaan berkala, jalan, trotoar, drainase dan jembatan senilai Rp12.710
miliar.

“Jadi, ada dua program pemeliharaan rutin dan berkala,” katanya.

Anggaran tersebut secara garis besar bakal dialokasikan dalam dua hal, yakni untuk upah tenaga pekerja dan material pemeliharaan jalan.

“Kalau rinciannya, saya kurang begitu hafal. Detailnya ada pada Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK),” bebernya.

Untuk memudahkan pemeliharaan, Chusnul menjelaskan, pihaknya melakukan pembagian wilayah. Wilayah satu terdiri dari Kecamatan Bogor Utara dan Tanahsareal.

Wilayah dua Kecamatan Bogor Timur dan Selatan, sementara wilayah tiga Kecamatan Bogor Barat dan Tengah.

“Pemeliharaan rutin jalan, drainase dan jembatan setiap wilayah, kita berikan sekitar Rp6,485 miliar, baik itu wilayah satu, dua dan tiga. Kalau pemeliharaan berkala jalan, trotoar, drainase dan jembatan kita anggarkan sekitar Rp4,236 miliar untuk setiap wilayah,” paparnya.

“Pemeliharaan juga kita lakukan berdasarkan laporan dari masyarakat ataupun hasil pengecekan lapangan. Pengajuan terjadi hampir rata di semua wilayah, baik permohonan perbaikan ataupun
perawatan,” tambahnya.

Sementara itu, Komisi III DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, menilai, selama anggaran tersebut benar peruntukannya dan penggunaannya itu tidak masalah.

Meski begitu, ia tetap akan mengawasi setiap alokasi anggaran yang ada lantaran ini merupakan uang rakyat.

Ia berpesan kepada Pemkot Bogor agar tidak melupakan pembangunan di pinggir kota. Ia juga meminta Pemkot Bogor tak sembarang menghabiskan anggaran, hanya untuk satu program serta
selalu senantiasa mengedepankan nasib rakyat.

“Pertama jangan habiskan anggaran miliaran hanya untuk satu judul program. Pemkot Bogor juga harus pikirkan perut dan nasib rakyat,” bebernya.

Atty pun meminta pembangunan tak hanya terpusat di pusat kota semata, melainkan merata hingga pelosok wilayah.

“Kedua, pembangunan jangan hanya di pusat kota, tapi harus merata sampai ke kampung hingga wilayah perbatasan. Kalau wajah pusat kota bagus, wajah perbatasan dan wajah kampung bagus
kan lebih elok. Intinya, kalau peruntukannya jelas, alokasinya benar kita tidak,” tutupnya.
(ogi/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *