Tawuran Pelajar, Wali Kota Bogor: Mau Dibina atau Dipenjara?

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor Bima Arya cukup geram dengan aksi tawuran yang terjadi belakangan. Terlebih, tawuran sempat memakan korban luka hingga meninggal dunia.

Merespon persoalan tersebut, Bima Arya mengambil langkah tegas. Hanya ada dua opsi bagi pelajar yang terlibat tawuran. Yakni dibina atau dipenjara.

Opsi tersebut disampaikan Bima Arya saat inpeksi mendadak (sidak) bersama unsur Muspida Kota Bogor ke sejumlah lokasi yang biasa dijadikan tempat nongkrong pelajar, Kamis (30/1).

“Jangan sampai orang tua menjemput anaknya di kantor polisi. Makannya pastikan anak-anak aman. Pilihannya cuma dua, mau dibina atau dipenjara, itu saja,” tegas Bima Arya.

Untuk itu, Bima Arya meminta orang tua senantiasa mengawasi anak-anaknya dari aktifitas negatif, termasuk tawuran.

Baca Juga  Hampir Setengah Kasus Corona di Bogor Berasal Dari Luar Wilayah

Dalam sidak tersebut, empat siswa SMK di Kota Bogor diamankan.

Musababnya, mereka kedapatan memiliki obat terlarang. Mereka diamankan saat sedang nongkrong di kawasan pemukiman di Jalan Pangeran Sogiri, Kampung Kramat, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menjelaskan, meski berhasil mendapatkan sejumlah obat-obatan, dirinya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.

Pihaknya akan menguji terlebih dahulu kandungan dari obat tersebut.

“Kita akan dalami obat tersebut melalui Satuan Narkoba. Kita akan lihat kandungannya apa saja. Makannya kita bawa ke kantor untuk dimintai ketarangan,” kata Hendri.

Jika memang terbukti obat tersebut terlarang, dirinya mengaku akan menindak tegas para pelaku.

Baca Juga  Minta Langsung ke RK, Bima Arya Ngarep Banprov Tetap Ada

“Makannya kita bawa mereka ke kantor. Kita minta keterangan, dari mana mereka dapat itu, kalau memang ada jaringannya kita akan dalami, sambil melakukan tes urin kepada mereka,” bebernya.

Tak hanya pelajar dengan barang bukti obat-obatan, dalam oprasi tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dikagetkan dengan temuan minuman keras di warung kelontongan.

Bahkan, minuman keras tersebut di jual bebas kepada masyarakat dan tidak menutup kemungkinan dijual juga ke pelajar.

“Tadi juga kita temukan warung kelontongan menjual ciu. Langsung kita amankan dan bersihkan bersama petugas lainnya,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Saat sidak, Bima Arya juga sempat meluapkan kekesalannnya ketika melihat coretan dinding simbol-simbol sekolah. Bima menyiramkan ember cat untuk menghilangkan coretan dinding tersebut. (ogi/b/fin)

Baca Juga  Bima Arya Perpanjang Jam Malam di Kota Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *