Tim Getsper Buka Pijat dan Totok Gratis di Cigudeg

by -
PEDULI: Anggota Tim Getsper saat memijat relawan dan wartawan di lokasi bencana, kemarin. Aksi ini bentuk kepedulian terapis pijat untuk memulihkan kondisi tubuh relawan.

METROPOLITAN – Di tengah kondisi bencana serentak di Kabupaten Bogor, para relawan bekerja ekstra setiap hari. Sebagai manusia biasa, rasa lelah sudah pasti menghampiri. Kondisi ini ternyata mendapat perhatian dari para terapis pijat.

Mereka yang tergabung dalam Gerakan Terapis Peduli Relawan (Getsper) tergerak hatinya untuk ikut serta meringankan kerja berat relawan dengan memberikan terapi pijat.

Pemandangan tersebut terlihat di Posko Bencana Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Para terapis satu per satu memijat gratis para relawan yang sudah dua minggu berjibaku menangani bencana.

Rupanya, awak media yang kelelahan usai meliput bencana juga ikut mendapat terapi pijat dari Getsper. Pijat gratis ini dibuka selama dua hari di Kecamatan Nanggung dan Cigudeg .

Wartawan CNN Indonesia, Beni Akbar mengaku kondisi badannya menjadi lebih bugar usai seharian meliput di lokasi bencana. Menurutnya, aksi ini sangat bermanfaat dan merupakan bentuk kepedulian kepada mereka yang bekerja menangani bencana.

“Saya berterima kasih kepada Getsper yang sudah peduli akan kondisi kesehatan para relawan dan pewarta,” ujar Beni.

Di tempat yang sama, Koordinator Getsper, Pajar, menjelaskan, kehadiran Getsper dilatarbelakangi kepedulian terhadap mereka yang mengabdikan diri untuk penangan bencana. Selama ini, nasib relawan memang kurang diperhantikan. Padahal, mereka ujung tombak yang sangat fokus membantu korban bencana.

“Melihat kondisi itu, Getsper ambil bagian dengan membukan posko relawan. Tim Gesper ada sembilan orang,” katanya.

Terapi yang diberikan yakni terapi pijat dan totok. Usai membantu relawan di Kabupaten Bogor, Getsper bakal bergerak ke lokasi bencana lainnya.

“Para relawan ini juga perlu apresiasi. Demi membantu korban bencana, mereka rela meninggalkan keluarga dan bekerja dengan medan dan tugas berat. Selesai dari sini kita bakal lanjut ke Lebak, Banten,” tukasnya.

Salah satu fisioterapis, Dedi Mulyadi mengaku, gerakan ini karena mereka tahu, bahwa relawan bencana jarang mendapat perhatian, karena mereka sibuk untuk mengurusi korban bencana dan logistiknya.

“Kalau untuk korban bencana atau pengungsi kan ranahnya medis. Kalau ada keluhan juga tidak jauh-jauh dari medis,” kata Dedi.

Saat kami mencoba pijatan mereka, cukup membuat rileks tubuh. Karena, para fisioterapis ini cukup berpengalaman dalam hal pijat memijat. Bagi relawan yang ingin memijat, Getsper sama sekali tidak memungut biaya.

“Nanti malam kita juga ada akan bekam di rumah singgah yang disiapkan Tagana. Ini kita bergerak karena ingin ikut berkontribusi dalam tanggap bencana,” katanya. (ads/b/cek/ps/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *