4000 Rumah Siap Dibangun

by -
KUNJUNGAN: Anggota DPR RI menggelar rapat bersama Pemkab Bogor di Gedung Tegar Beriman, kemarin.

METROPOLITAN – Masa tanggap bencana yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah berakhir per 30 Januari lalu.

Status darurat pemulihan sampai 30 April mendatang pun ditetapkan. Anggota DPR RI pun menyambangi Pemkab Bogor melihat evaluasi pasca-bencana, di Ruang Rapat Bupati, Cibinong, kemarin.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ichsan Yunus mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang secara cepat menangani bencana di Kabupaten Bogor pada awal 2020. Menurutnya, yang pertama harus diatasi yakni persoalan korban.

“Ada pak wakil bupati, BNPB, Kementerian Sosial juga sudah sangat luar biasa turut andilnya, walaupun tidak mungkin semuanya bisa kita recovery secara cepat karena memang dananya terbatas. Tapi tadi saya lihat sudah sangat maksimal” katanya ketika memimpin kunjungan bersama 13 anggota Komisi VIII DPR RI.

Ichsan menambahkan, pembangunan rumah juga akan segera dibangun untuk terdampak rumah rusak berat,sekitar empat ribuan rumah yang disertai bantuan-bantuan lain terus mengalir.

Kemudian yang tidak kalah penting, kata dia, bagaimana menyikapi bencana alam dalam waktu panjang. Artinya kaitan mitigasi danĀ  kesiapsiagaan, agar tidak terjadi separah ini lagi.

“Sehingga tadi sudah dicanangkan program untuk menanam vetiver, pohon-pohon vetiver untuk menahan longsor dan banjir,” ungkapnya.

Kunjungan juga dimaksudkan untuk memperoleh informasi dan masukan tentang kebijakan dan permasalahan mengenai aspek kesiapsiagaan dan penanganan bencana.

Sehingga dapat diperoleh solusi yang tepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

Komisi VIII DPR RI pun merasa erkewajiban melaksanakan kunjungan spesifik ke Kabupaten Bogor dalam pengawasan penanganan dan penanggulangan bencana. Walaupun notabene di Komisi VIII tidak ada yang dapilnya di Kabupaten Bogor.

“Kami merasa karena mitra kami adalah Kementerian Sosial dan BNPN, ketika ada bencana semua daerah akan kami kunjungi kalau misalnya waktu dan tempatnya memungkinkan,” ujar politisi PDIP.

Sementara itu, Wakil Bupati Iwan Setiawan menjelaskan terkait upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab bersama Pemerintah Pusat dalam penanganan bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk membantu masyarakat yang terkena bencana, baik pemenuhan kebutuhan makan sampai tempat tinggal sementara,” ujar Iwan.

Pada Kesempatan tersebut Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan bencana banjir dan tanah longsor senilai 3,2 milyar melalui BNPB dan bantuan logistik dari Kementerian Sosial kepada Wakil Bupati Bogor senilai 221 juta rupiah.

“Jadi kemarin kita berkoordinasi dengan pak Wakil Bupati dan kita juga tadi alhamdulillah ada bawa beberapa bantuan untuk saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana di Kabupaten Bogor”, katanya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Rahmat Koesnadi mengatakanĀ  untuk penanganan dampak banjir di Kabupaten Bogor, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan sebesar Rp1,395 milyar.

“Bantuan tersebut terdiri dari bantuan logistik senilai Rp1.230.670.105 dan santunan Ahli Waris sebesar Rp165.000.000 untuk 11 orang, masing-masing Rp15 juta,” pungkasnya. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *