Asa si Nyonya Tua

by -

METROPOLITAN – Kemenangan 4-2 Inter dalam laga Derby Della Madonnina melawan AC Milan membuat perolehan poin Il Nerazzurri dan Juventus sama, yakni 54 angka. Kini Inter dan Juve duduk di posisi pertama dan kedua klasemen sementara Seri A.

Manajer Juventus, Maurizio Sarri, ikut-ikutan jengkel terhadap mental anak-anak didiknya. Pelatih berusia 61 tahun itu mengatakan kekalahan dari Verona sebagai peringatan bagi para pemain.

“Tim ini sudah terbiasa menang dengan gampang dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kini mencatat kekalahan. Jangan buang-buang poin lagi,” kata mantan Manajer Chelsea itu.

Sarri tak habis pikir dengan performa Miralem Pjanic dan kawan-kawan. Sebab, dalam latihan sebelum laga, mereka tampil luar biasa dan menjanjikan kemenangan. Namun, dalam laga sungguhan, mereka seperti gagap menghadapi lawan.

“Kami harus segera menyelesaikan masalah ini. Persaingan sudah semakin ketat,” kata dia.

Selain Inter, masih ada Lazio yang mengintai dari posisi ketiga klasemen dengan torehan 53 angka atau terpaut satu poin dari Inter dan Juventus. Belum lagi Juventus harus bersiap menghadapi pertandingan semifinal Coppa Italia.

Tentu Juventus tak rela jika gelar sekunder di tanah Italia itu terlepas dari genggaman. Merengkuh trofi Seri A sekaligus Coppa Italia tentu akan menjadi prestasi manis dalam menutup musim 2019/2020.

Namun perjalanan Juve tak akan mudah. Sebab, di partai empat besar, mereka akan berhadapan dengan AC Milan. Sesuai dengan jadwal, laga pertama akan berlangsung di San Siro, Kamis dinihari. Selanjutnya, laga kedua akan dihelat di Juventus Arena, 5 Maret mendatang.

Kabar teranyar, Juventus tak akan diperkuat pemain sayap kanan Douglas Costa. Pemain berusia 29 tahun itu dikabarkan mengalami cedera hamstring saat bertamu ke markas Verona.

Sejumlah media Italia menyebutkan bahwa cedera Costa setidaknya akan memakan waktu penyembuhan selama tiga pekan. Tentu Juventus akan merugi saat kehilangan Costa dalam laga melawan Milan nanti.

Sebab, jika melihat dua laga sebelumnya di Coppa Italia, Costa menjadi kunci kemenangan Juventus. Dalam dua kali penampilan, pemain berkebangsaan Brasil itu mampu bikin satu gol dan dua umpan.

Walhasil, sejumlah lembaga statistik sepak bola memprediksi Juventus memainkan skema 4-3-3 atau 4-3-1-2 dalam pertandingan melawan Rossoneri. Untuk posisi ujung tombak, Sarri mungkin memasang trio Ronaldo, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala.

Namun sepertinya Dybala akan dimainkan agak di belakang untuk menyuplai bola ke arah Ronaldo dan Higuain.

Tak kalah dengan Costa, Dybala tampil tajam musim ini. Buktinya, di Seri A dia sudah mengkreasi lima gol dan delapan assist dalam 21 laga. Sementara itu, di Coppa Italia, pria berdarah Argentina ini sanggup mencetak dua gol dan satu assist dalam satu penampilan.

Dybala pun berpeluang menjadi pemain kunci saat Juve melawan Milan. Sebab, selain kondisi fisiknya yang bugar, mental pemain berusia 26 tahun itu sedang bagus. Musababnya, ia sanggup melewati masa sulit sejak Ronaldo datang pada musim lalu.

Sempat terseok dan sulit bersaing dengan Ronaldo pada musim lalu, kini Dybala seperti sudah menemukan ritmenya lagi. Ia pun sudah sering tampil.

Kini manajemen Juventus dikabarkan sedang menyiapkan proposal perpanjangan kontrak Dybala. Sebenarnya kontrak Dybala baru akan kedaluwarsa pada 2022.

Namun sepertinya Juventus tak sabar ingin mengikat mantan pemain Palermo itu dengan durasi kontrak yang lebih panjang serta gaji lebih besar.

Tujuannya satu, agar Dybala tak tertarik godaan klub lain dalam bursa transfer musim panas nanti. (sky/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *