BSNP Revisi Delapan Standar Nasional Pendidikan

by -

METROPOLITAN – Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mensinkronisasi standar nasional pendidikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Anggota BSNP, Doni Koesoma, mengatakan, sinkronisasi ini terkait kebijakan baru yang digagas Kemendikbud mengenai Merdeka Belajar.

”Soal transformasi pendidikan yang dilakukan Mas Menteri, kami jelas mendukung dengan berbagai kebijakan yang ada. Jadi, kami sedang sinkronisasi apa yang bisa dilakukan BSNP untuk mendukung transformasi ini,” katanya.

Terkait upaya sinkronisasi itu, BSNP sudah merevisi delapan standar nasional pendidikan. Kini tinggal dilakukan finalisasi terkait proses revisi tersebut. Finalisasi juga akan lebih dikaitkan dengan konsep Merdeka Belajar. Ia mencontohkan soal standar proses yang terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP saat ini sudah disederhanakan menjadi satu lembar oleh kemendikbud.

”Jadi, kami sedang mempersiapkan beberapa hal yang kami selaraskan dengan visi Merdeka Belajar itu,” katanya.

Baca Juga  Tunggu Izin L2 Dikti, Kemristekdikti Bakal Tambah Jumlah Kopertis

Salah satu yang dibahas mengenai sinkronisasi ini terkait asesmen kompetensi minimum untuk 2021. Ia menjelaskan, asesmen tersebut bukan untuk menilai kompetensi namun untuk melihat situasi cara berpikir anak Indonesia.

”Makanya cuma literasi dan numerasi. Tidak pakai yang sains,” kata Doni.

Sains, menurut dia, terkait mata pelajaran. Sementara fokus Kemendikbud adalah ingin mengetahui bagaimana anak-anak Indonesia memiliki kemampuan bernalar. Saat gladi bersih untuk UN 2020, soal model asesmen minimum seperti literasi akan diujicobakan. Uji coba tersebut tak akan masuk dalam penilaian. (rol/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *