Cerita Yusuf Azhar, Mahasiswa Asal Bogor yang Sempat Terisolasi 2 Minggu di Wuhan China

by -

METROPOLITAN.id – Mahasiswa asal Kabupaten Bogor yang kuliah di Wuhan, Provinsi Hubei, China telah kembali ke rumahnya di Perumahan Griya Cimangir Blok B1 RT 001 RW 003, Desa Gunungsindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/2) malam.

Mahasiswa Central China Normal University ini menceritakan pengalamannya yang sempat terisolasi sekitar dua minggu lantaran merebaknya virus corona.

Putra kedua dari pasangan H. Muhammad Cik Nang dan Hj. Aprilia ini sudah enam bulan mengenyam pendidikan di China. Yusuf mengambil jurusan International Trading dan tengah mengikuti program bahasa.

Yusuf menceritakan, lokasi merebaknya virus corona tak jauh dari asrama tempatnya tinggal.

Saat itu, Wuhan sendiri dalam kondisi yang sangat sepi. Selain karena mewabahnya virus corona, kondisi saat itu sudah masuk libur musim dingin dilanjut Imlek.

Baca Juga  Presiden RANS Nusantara FC Temui Plt Bupati Bogor, Ini yang Dibahas

Beberapa hari kemudian, akses keluar masuk Kota Wuhan dibatasi menyusul semakin besarnya sebaran virus corona. Kondisi ini menyebabkan Yusuf dan mahssiswa lain yang tinggal di asrama terisolasi.

“Kita di asrama sekitar dua minggu. Lokasinya (tempat coroba mewabah) lumayan dekat dari tempat saya. Tapi karena kita selalu memakai masker dan menjaga kesehatan, Alhamdulillah semua aman,” kata Yusuf saat ditemui di kediamannya, Minggu (16/2).

Akibatnya, tak banyak aktifitas yang bisa dilakukan di asrama. Para mahasiswa kebanyakan menghabiskan waktu untuk belajar dan di dalam kamar.

Paling banter, Yusuf keluar hanya untuk membeli stok makanan untuk dua hingga tiga hari ke depan.

“Kita keluar hanya membeli bahan pokok dan kebutuhan lainnya untuk dua hingga tiga hari ke depan,” terangnya.

Baca Juga  Investor Masih Betah Usaha di Kabupaten Bogor

Untuk makanan, Yusuf dan teman-temannya pun sangat berhati-hati. Merek memilih membeli bahan makanan untuk dimasak dan menjauhi makanan dari restoran-restoran.

Yusuf biasaya memilih membeli bahan sayuran dan lainnya untuk kemudian dimasak di asrama.

“Kita di sana menjauhi makanan dari restoran dan memang restoran juga pada tutup. Kita beli bahan mentah terus diolah sendiri. Di asrama sama mahasiswa indonesia,” ungkap Yusuf.

Beruntung, Pemerintah Indonesia melalui KBRI juga terus memantau kondisi mahasiswa asal Indonesia. Mereka menyuplai masker dan kebutuhan di asrama. Bahkan, para mahasiswa diberi uang saku untuk satu minggu demi menjamin kebutuhan mereka cukup dan aman.

“Mereka membantu memasukan masker dan kebutuhan hidup di sana. Hingga uang saku selama seminggu juga dapat,” tandasnya.

Baca Juga  Sekeluarga Nyaris Tertimbun Longsor

Setelah sempat terisolasi, Yusuf akhirnya bisa keluar dari Wuhan setelah Pemerintah Indonesia melakukan evakuasi, (2/2).

Ada 238 warga negara Indonesia (WNI) yang kemudian dikarantina atau diobservasi di Natuna sejak15 Februari 2020. Mereka pun lulus pemeriksaan dan observasi virus corona oleh tim kesehatan di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.