Cerita Zulfikar, Pemuda yang Jadi Korban Pembacokan Kelompok Bersenjata di Kota Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Seorang pemuda di Kota Bogor, Zulfikar, menjadi korban pembacokan kelompok yang membekali diri dengan senjata tajam (sajam), Minggu (9/2) dini hari. Hingga kini, pria 19 tahun itu masih merasa ketakutan lantaran aksi brutal yang ia tak pernah tau apa penyebabnya.

Zulfikar menceritakan, aksi pembacokan berlangsung sangat cepat. Saat itu, sekitar pukul 03.00, dirinya bersama belasan rekannya tengah berkumpul di Pos Kemanan Kampung Kedunghalang RT 06/01, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, tak jauh dari gang.

Karena kehabisan rokok, Zulfikar bermaksud pergi ke warung terdekat, namun saat itu posisinya sudah tutup. Ia lantas pergi ke warung lain bersama seorang temannya dengan menyebrang ke Jalan Soleh Iskandar

Baca Juga  Suasana Bogor Masih Mencekam, Ojol: Mending Nggak Usah Ngebid Dulu

Tak disangka, tepat saat Zulfilar menyeberang, sekelompok pengendara motor dengan senjata tajam di tangan melintas. Ia pun secara tiba-tiba terkena ayunan senjata tajam tersebut di bagian lengan sebelah kiri.

“Pas nyebrang lewat motor-motor yang pegang senjata tajam. Temen saya nunduk dan tiarap di jalan, karna saya tidak tahu, saya cuek aja jalan sampi kena bacok seperti ini,” kata Zulfikar saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/2) siang.

Sesaat setelah terkena bacokan, pemuda yang sehari-hari bekerja di salah satu minimarket ini sempat tersungkur dan tergelatak di jalan.

Teman-teman Zulfikar yang tak lama kemudian mengetahui kejadian itu langsung menolongnya. Ia dilarikan ke RS PMI untuk mendapat penanganan medis.

Baca Juga  Setelah Pasar Tanahbaru, Tahun Ini Pasar Pamoyanan Bogor Siap Direvitalisasi, Biayanya Capai Rp5 M

Hasil pemeriksaan, Zulfikar mengalami luka bacok sepanjang kurang lebih 10 sentimeter dengan kedalaman luka berkisar 3 sentimeter.

Ia pun tak mengetahui secara pasti berapa jumlah pelaku yang mengendarai motor tersebut. Bahkan ia juga tak mengetahui pasti senjata apa yang digunakan pelaku untuk membacoknya.

“Soalnya saat kejadian kondisi tidak terlalu terang, ditambah lagi saya fokus nyebrang jalan. Saya aja itu refleks bisa saya tahan senjatanya, makannya kena tangan saya. Kalau tidak begitu, mungkin leher saya yang kena,” pungkasnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *