Hati-Hati, 4 Jalan di Kota Bogor Rawan Pembacokan dan Tawuran

by -

METROPOLITAN.id – Kasus pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok orang di Kota Bogor belakangan ini sangat meresahkan warga. Bagaimana tidak, salah seorang korbannya ada yang sampai meregang nyawa.

Polresta Bogor Kota pun mengaku sedikit kesulitan mengantisipasi aksi bar-bar tersebut. Sebab, para pelaku selalu menggunakan cara dan metode berbeda dalam melancarkan aksinya.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo menjelaskan, usai dua aksi pembacokan yang terjadi pada Minggu (9/2) dini hari, pihaknya langsung menerapkan zona merah di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Bogor Utara dan Tanahsareal, Kota Bogor.

Tak hanya dua kecamatan, sejumlah jalan protokol di Kota Hujan juga tak luput dari atensi pihaknya. Seperti Jalan Pandu Raya, Jalan Padjajaran, Jalan Sholeh Iskandar dan Jalan Abdulah Bin Nuh.

Baca Juga  Sadis Aksi Geng Motor Habisi Nyawa Pria

“Karna jalan ini sering terjadi kejadian dan berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bogor. Jadi tidak menutup kemungkinan peristiwa serupa bisa kembali terjadi,” kata lelaki yang akrab disapa Pras, Senin (10/2).

Mengantisipasinya, Pras mengaku bakal menerapkan pola anyar. Yak hanya membubarkan para remaja yang nongkrong, ia juga bekal menyetop kendaraan yang melakukan konvoi.

“Kalau dulu kita hanya mengawasi dan membubarkan yang nongkrong. Sekarang kita akan melakukan penghentian kepada kendaraan yang melakukan konvoi juga,” akunya.

Menurut Pras, aksi bar-bar biasanya dilakukan para pelaku yang mengendarai tiga hingga lima sepeda motor. Mereka dibekali sejumlah senjata tajam dan kerap menyerang siapapun secara acak.

Baca Juga  Di Kota Bogor, Operasi Yustisi Digelar 2 Kali Sehari

“Sama seperti yang di Pandu Raya, mereka itu sedang naik motor, tiba-tiba dipepet sekitar 5 kendaraan dan 1 angkot terus digebukin gitu aja. Mereka tidak saling kenal, setelah itu mereka langsung pergi,” ungkapnya.

Sebelumnya, dua kasus pengeroyokan dan pembacokan terjadi di hari yang sama, Minggu (9/2) dini hari.

Kejadian pertama menimpa Zulfikar. Ia menjadi korban pembacokan di Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

Di waktu yang hampir bersamaan, seorang remaja, MZ (16), meregang nyawa akibat sabetan celurit usai diserang sekelompok orang di Tegallega menuju Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *