Hati-hati, Begini Kronologi Bocah Terjepit Eskalator di Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Seorang bocah tujuh tahun, MN, menjadi korban terjepit eskalator di Lantai 1 City Plaza, Jembatan Merah, Jalan Veteran, Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (2/2) malam.

Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke RSUD Kota Bogor untuk operasi lantaran luka di bagian tangan sebelah kiri.

Kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi pengelola dan orang tua dalam mengawasi anak-anak.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifuddin Gayo menceritakan kronologi kecelakaan tersebut.

Peristiwa bermula saat korban bermain bersama teman-temannya tanpa didampingi orang tua. Berdasarkan keterangan saksi, korban terjatuh saat turun ke lantai 1.

Tangan sebelah kiri korban terjepit putaran eskalator yang mengakibatkan luka robek di tangan sebelah kiri.

“Harus ada pengawasan karena korban bermain ke tempat tersebut tanpa didampingi orang tua atau yang dewasa,” kata Gayo.

Baca Juga  Saksi Sekunder di Kasus Korupsi

Sementara itu, ayah korban, Udin Samsudin menceritakan, putrinya tengah bermain dengan kedua temannya sore itu, dengan alasan hanya ingin bermain.

Namun, korban rupanya penasaran dengan banyaknya permainan baru di lantai dua Plaza Jembatan Merah itu. Udin sendiri tidak mengetahui pasti kronologinya lantaran tidak sedang berada bersama anaknya itu.

“Katanya lagi lari-lari, akhirnya jatuh, terus tangan kirinya kejepit di sela-sela eskalator itu saat mau sampai bawah,” katannya kepada pewarta di RSUD Kota Bogor tadi malam, (2/2).

Putri kecilnya itu mesti mendapatkan operasi dari IGD RSUD Kota Bogor lantaran daging tangan kirinya banyak yang terbawa dan luka.

“Nggak hancur sih, cuma sobek memang. Itu lagi di rontgen dulu sebelum dioperasi malam ini (kemarin, red),” ujarnya.

Baca Juga  Bakso Pa’de Jangkung Pertahankan Rasa sejak 1969

Selepas peristiwa yang terjadi pukul 17:30 WIB itu, perwakilan manajemen City Plaza Jembatan Merah, Joko Gumantio menyambangi RSUD Kota Bogor untuk memastikan kondisi korban.

Ia menceritakan, dari laporan sekuriti yang bertugas, korban dan kedua temannya terlihat bermain-main sembari berlarian di sekitaran eskalator lantai dua mal, yang kini diisi juga arena permainan anak.

Sampai akhirnya korban terjatuh dan tangan kirinya nyangkut kedalam eskalator. Saat itu juga, pihak mal langsung menghentikan laju eskalator saat korban sudah hampir sampai di ujung eskalator.

“Jatuh dan langsung kejepit, nyangkut tangan kirinya. Teknisi langsung ambil langkah penyelamatan, setelah ada laporan dari sekuriti Super Indo. Eskalator juga kita matikan supaya bisa dievakuasi, karena korban nyangkut dan nggak bisa keluarkan tangannya. Posisi anak masih terjepit waktu itu,” aku Joko.

Baca Juga  Anies-Sandi Tak Bisa Ikut Rapat Banggar KUA-PPAS 2018

Menurutnya, teknisi dan petugas keamanan perlu waktu hampir setengah jam untuk mengevakuasi korban. Dibantu beberapa pengunjung yang datang di mal.

“Nggak lama sih, kurang dari setengah jam, dibantu pengunjung. Setelah lepas, langsung di perban dan dibawa ke IGD RSUD Kota Bogor,” ujarnya.

Dikonfimasi terpisah, Kasubag Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUD Kota Bogor, Taufik Rahmat menjelaskan, kondisi Marwah memang harus diambil tindakan operasi di tangan bagian bawah lantaran ada luka yang serius.

Akibatnya, siswa kelas 1 di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kota Bogor itu harus dirawat inap beberapa hari demi pemulihan. Taufik membenarkan korban datang sekitar pukul 18:30.

“Lukanya cukup serius, harus dioperasi di bagian bawah tangan kirinya. Setelah rontgen,” pungkasnya. (ryn/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.