Inikah Sosok Pembunuh Noven?

by -

METROPOLITAN.id – Setahun lebih berlalu, teka-teki kasus pembunuhan Noven kembali menemukan titik terang. Polisi disebut sudah mengetahui pembunuh siswi 18 tahun yang memiliki nama lengkap Adriana Yubelia Noven Cahya itu.

Meski demikian, polisi nampaknya masih sangat berhati-hati untuk menjemput pelaku yang disebut berada di Jawa Timur.

Mencuat kabar bahwa pelaku juga sedang berurusan dengan kepolisian di Jawa Timur namun dengan kasus yang berbeda.

Gayung bersambut. Desas-desus tersebut tak dibantah Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser. Meski demikian, Ia juga tak memberi pembenaran langsung atas kabar tersebut.

Hendri justru secara tak sengaja menyebut nama terduga pelaku saat sejumlah awak media menanyakan hal tersebut, Senin (3/2) siang.

“Kata siapa? Itu kata siapa? Itu mah si (nama terduga pelaku), orang yang patut kita duga,” kata Hendri saat ditanya soal kebenaran pelaku ditangkap di Jawa Timur.

Menurutnya, kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mencari bukti tambahan agar memperkuat fakta terhadap sosok terduga pelaku.

“Sudah ada (pelaku, red). Sementara ini, penyidik kan harus memperkuat dan mengumpulkan bukti dulu,” ungkapnya.

Nantinya, bukti-bukti tersebut bakal ditindaklanjuti oleh Sat Reskrim Polresta Bogor Kota yang kepala baru saja berganti dengan pejabat anyar

“Kita kumpulkan barang buktinya dulu, baik bukti elektronik, saksi-saksi, alibi-alibi untuk ditindaklanjuti oleh Reskrim yang baru,” terang Hendri.

Untuk itu, dirinya tak mau cepat ambil kesimpulan mengenai kebenaran pelaku.

“Jadi kami belum bisa bilang kalau dia pelakunya,” tegas Hendri.

Sebelumnya, fakta baru terungkap saat serah terima jabatan (sertijab) Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat (31/1) pagi.

Usai sertijab, mantan Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Niko Nurallah Adi Putra mengaku kasus pembunuhan Noven sudah menemukan titik terang.

Niko membeberkan fakta teranyar soal kasus Noven. Menurutnya, sudah ada sekitar 38 saksi yang dimintai keterangan dan 54 berita acara pemeriksaan. Ia juga mengaku ada beberapa alat bukti lain yang hanya bisa dibuka saat persidangan.

Tak hanya soal saksi dan barang bukti, Niko juga menjelaskan awal mula pelaku dan korban berkenalan.

Niko menyebut salah satu aplikasi gim yang bisa berkomunikasi antar sesama penggunanya yakni Hago menjadi jembatan pertemuan keduanya.

“Aplikasi Hago adalah media pertemuan mereka selama ini. Tapi bisa juga ada aplikasi lainnya, tapi Hago itu yang kami temukan di lapangan saat pengembangan,” kata Niko, Jumat (31/1).

Menurutnya, Noven dan sang pembunuh sering berkomunikasi dan main di Hago. Aktivitas tersebut membuat keduanya saling mengenal satu sama lain.

“Jadi antara pelaku dan korban mereka sering ngobrol dan main di Hago. Hingga akhirnya kenal satu sama lain,” terangnya.

Namun saat ditanya lebih lanjut, Niko enggan berkomentar lebih banyak. Dirinya menyerahkan pada Kasat Reskrim yang baru untuk menjelaskannya.

“Saya sedang masa transisi, ini mah hanya clue (petunjuk) saja. Intinya siapapun yang mengungkap, itu semua demi penegakan hukum. Mau Polda atau Polresta, semua itu demi penegakan hukum. Itu saja,” tandas Niko. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *