Jadi Korban Pembacokan, Zulfikar Sempat Dicurigai Pelaku Pembunuhan

by -

METROPOLITAN.id – Korban pembacokan gerombolan pemotor yang menenteng senjata tajam, Zulfikar, sempat dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Sebab pada Minggu (9/2) dini hari, terjadi dua kasus pembacokan di lokasi berbeda di Kota Bogor dan kedunya dilarikan ke RS PMI.

Zulfikar menjadi korban pembacokan di Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

Di saat bersamaan, seorang remaja, MZ (16), meregang nyawa akibat sabetan celurit usai diserang sekelompok orang di Tegallega menuju Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

MZ juga dilarilan ke RS PMI, sama seperti Zulfikar. Kondisi ini sempat membuat kepolisian menduga ada kaitan antara Zulfikar dan korban meninggal MZ.

Zulfikar menceritakan, saat menjalani perawatan di rumah sakit, ia di datangi petugas kepolisian. Ia ditanyai dan diinterogasi terkait meninggalnya MZ.

Baca Juga  Puluhan Siswa Bogor Dikepung Geng Motor, Satu Tewas

“Saya sempat disangka pelaku atas kasus yang di Jalan Pandu Raya. Mentang-mentang saya luka dan sama-sama dirawat di RS PMI,” kata Zulfikar saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/2).

Saat itu, ia sempat dicecar atas kematian MZ. Zulfikar pun merasa kebingungan lantaran sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Sebab, ia pun merupakan korban dan tak ada sangkut pautnya dengan penyerangan di Pandu Raya.

“Saya ditanya-tanya soal MZ, saya kan sama sekali tidak tahu, padahal itu kejadian di dua lokasi berbeda. Pokoknya saya ditanya-tanya ke arah sana terus. Malah saya dituduh sekongkol, jadi kasus ini dikaitkan dengan yang di sana,” tandasnya.

Sebelumnya, dua aksi pembacokan terjadi di Kota Bogor, Minggu (9/2) dini hari. Kejadian pertama menimpa Zulfikar.

Saat itu, sekitar pukul 03.00, dirinya bersama belasan rekannya tengah berkumpul di Pos Kemanan Kampung Kedunghalang RT 06/01, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, tak jauh dari gang.

Baca Juga  Geng Motor Berulah, Warga Pasirjaya Bogor Resah

Karena kehabisan rokok, Zulfikar bermaksud pergi ke warung terdekat, namun saat itu posisinya sudah tutup. Ia lantas pergi ke warung lain bersama seorang temannya dengan menyebrang ke Jalan Soleh Iskandar

Tak disangka, tepat saat Zulfilar menyeberang, sekelompok pengendara motor dengan senjata tajam di tangan melintas. Ia pun secara tiba-tiba terkena ayunan senjata tajam tersebut di bagian lengan sebelah kiri.

“Pas nyebrang lewat motor-motor yang pegang senjata tajam. Temen saya nunduk dan tiarap di jalan, karna saya tidak tahu, saya cuek aja jalan sampi kena bacok seperti ini,” kata Zulfikar saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/2) siang.

Sesaat setelah terkena bacokan, pemuda yang sehari-hari bekerja di salah satu minimarket ini sempat tersungkur dan tergelatak di jalan.

Baca Juga  Puluhan Anggota Geng Motor Dimankan Polres Sukabumi

Teman-teman Zulfikar yang tak lama kemudian mengetahui kejadian itu langsung menolongnya. Ia dilarikan ke RS PMI untuk mendapat penanganan medis.

Aksi pembacokan kedua terjadi di Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor sekitar pukul 04.20 WIB.

Saat itu, korban MZ (16) bersama sang kakak, R (17), dan beberapa temannya hendak pulang dengan mengendarai tiga sepeda motor.

Namun di tengah jalan, mereka diadang sekelompok orang yang mengendarai motor dan menumpang angkot. Mereka dibekali dengan senjata tajam.

Korban dan teman-temannya sempat mencoba melarika diri. Namun nahas, korban keburu mendapat luka tusuk dan sabetan senjata tajam. Korban pun meninggal dan dibawa ke RS PMI Kota Bogor. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *