Kisah Ibu di Bogor yang Anaknya Tewas Dibacok, Dikagetkan Kabar Duka Jelang Subuh

by -

METROPOLITAN.id – Seorang remaja di Kota Bogor, MZ (16), meregang nyawa usai diserang sekelompok orang tak dikenal, Minggu (9/2) dini hari. Sang ibu, Yeniati (38), tak pernah menyangka anaknya harus tutup usia dengan cara tragis.

Perempuan yang akrab disapa Yeni ini sempat menceritakan detik-detik kepergian sang anak.

Dini hari kala itu, ia dikagetkan dengan suasana gaduh di sekitar rumah. Sejumlah orang berlarian tanpa ia ketahui apa yang terjadi.

Sementara itu, hingga menjelang pukul 04.00 WIB, dua anaknya yaitu MZ (16) dan R (17) tak kunjung pulang ke rumah. Padahal biasanya, di jam-jam menjelang subuh, keduanya sudah berada di rumah untuk bersiap ke musala menunaikan salat subuh.

Sedikit kepanikan mulai menghantui pikiran sang ibu akan keberadaan buah hatinya. Yeni akhirnya memutuskan ke luar rumah untuk memastikan keberadaan sang anak.

“Saya cari-cari anak saya, lari-lari, nanya ke orang-orang katanya nggak liat. Saya muter-muter tapi kenapa yang nggak ada cuma anak saya Zidan dan Rayhan,” tutur Yeni, Minggu (9/2) siang.

Baca Juga  Lagi, Tawuran Dibubarkan Warga Rumpin, Pelajar Digelandang ke Polsek

Karena pencariannya tak jua membuahkan hasil, Yeni akhirnya kembali ke rumah. Dirinya mencoba menenangkan diri dengan sang suami dan penghuni rumah lainnya. Namun, kecamuk dalam pikiran enggan pergi dan membuatnya makin cemas.

Yeni akhirnya memutuskan mengambil wudu karena saat itu adzan subuh mulai berkumandang. Saat di kamar mandi, pintu rumahnya tiba-tiba ada yang mengetuk. Beberapa orang yang diduga teman sang anak langsung menyampaikan maksud dan tujuannya.

“Bu, mau ngomong boleh ngga?,” ujar Yeni menirukan dialognya dengan remaja yang mengetuk pintu disambut jawaban yang membolehkan.

“Jangan kaget kalau Zidan di rumah sakit PMI,” sambung remaja tersebut.

Tak butuh watu lama, Yeni seketika lemas mendengar kabar tersebut. Isi kepalanya campur aduk dengan kekhawatiran yang memuncak.

“Di situ aku udah lemas, campur aduk. Pas ke sana ternyata meninggal. Dari situ aku udah ngga inget apa-apa lagi,” ungkap Yeni.

Informasi dari teman sang anak, ia melanjutkan, MZ saat itu hendak pulang usai nongkrong bersama sang kakak dan teman-temannya.

Baca Juga  Cegah Tawuran Pelajar Lewat Trilogi Pendidikan

Namun di Tegallega arah Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, MZ yang mengendarai sepeda motor bersama sang kakak dan temannya dicegat sekelompok orang. Mereka mengendarai sepeda motor dan menumpang angkot.

MZ bersama sang kakak dan temannya langsung diserang hingga akhirnya terluka dan meninggal akibat sabetan senjata tajam.

“Kata temannya lagi nongkrong di Tegallega. Terus mau pulang jam setengah tiga, mau salat subuh. Mereka lewat Pandu Raya, ternyata udah dicegat angkot dan motor. Zidan bawa motor, bertiga sama kakaknya juga, tapi dia yg kena. Kakaknya selamat. Begitu katanya,” tandasnya.

Sebelumnya, aksi kelompok bersenjata di Kota Bogor kian meresahkan. Seorang remaja 16 tahun, MZ, meregang nyawa usai mendapat luka sabetan senjata tajam (sajam) jenis celurit, Minggu (9/2) dini hari.

Informasi yang dihimpun, aksi sadis itu terjadi di Jalan Pandu Raya, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor sekitar pukul 04.20 WIB.

Baca Juga  Tawuran Pelajar Pecah di Flyover Cileungsi, Sajamnya Bikin Ngeri

Saat itu, korban bersama sang kakak, R (17), dan beberapa temannya hendak pulang dengan mengendarai tiga sepeda motor.

Namun di tengah jalan, mereka diadang sekelompok orang yang mengendarai motor dan menumpang angkot. Mereka dibekali dengan senjata tajam.

Korban dan teman-temannya sempat mencoba melarika diri. Namun nahas, korban keburu mendapat luka tusuk dan sabetan senjata tajam. Korban pun meninggal dan dibawa ke RS PMI Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Utara, AKP Ilot Juanda membenarkan informasi tersebut.

Menurutnya, kejadian diketahui usai kepolisian mendapat informasi dari pihak RS PMI. Kepolisian pun langsung mendatangi rumah sakit dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

“Informasi dari pihak RS ada satu korban yang dibawa ke PMI. Kami cek ke sana dan ke TKP di Kelurahan Ciparigi, Tanah Baru sekitar pukul 4:35 menjelang subuh. Kita lidik kita cek tkpnya. Kita masih melakukan penyelidikan. Korban sudah meninggal,” kata Ilot, Minggu (9/2). (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *