Lah… Kalah Pilkades, Mantan Calon Petahana Ini Tembok dan Bongkar Jalan

by -

METROPOLITAN.ID – Sudah tiga bulan sekitar 50 kepala keluarga warga Kampung Cisurupan, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, terpaksa harus berjalan kaki akibat tak bisa melintasi jalan keluar dari kampung mereka. Bukan tanpa sebab, jalan ini ditutup tembok beton setinggi satu meter lebih oleh Kepala Desa Petahana yang kalah dalam Pilkades 2019 lalu, Haji Ulung Saputra. 


“Kampung surupan Desa Cibadak, ada satu RT ada sekitar 40 sampai 50 Kepala Keluarga, diperbukitan Cimuncang, jalan yang bisa dilalui mobil ini ditembok,” ujar tokoh masyarakat Desa Cibadak, Edi S mewakili warga kepada Metropolitan, Minggu (02/02/2020)

Informasi yang dihimpun Metropolitan, penembokan ini dipicu kekalahan Pilkades pada 3 November 2019 lalu. Pilkades Desa Cibadak sendiri diikuti hanya dua calon. Yakni Haji Ulung Saputra yang merupakan petahana dan Haji Suryana. Namun usai pemilihan, sang petahana ditumbangkan oleh pesaingnya Haji Suryana dengan selisih tipis lebih unggul 182 suara.

Baca Juga  Pegawai Resto di Bogor Wajib Pakai Busana Muslim

“Ya ada unsur politiknya ke sana, itu saja, karena di beberapa Kampung Cisuripan, ada yang pro ke beliau (Haji Ulung). Tetapi kan tidak mungkin jaminan dapat suarannya ke Pak Ulung semua.  Karena di sana juga warga tahu ada pendukung Pak Suryana,” kata Edi.

Edi mengungkapkan, penembokkan ini sudah sejak November pasca pemilihan Pilkades. Jalan sudah dicor oleh pihak Haji Ulung, namun sebelum dicor jalan sudah terlebih dulu ditutup tembok.  

“Karena warga berfikir hanya untuk penutupan jalan sementara karena ada pengecoran tetapi sampai sekarang masih, ternyata selamanya. Ternyata ada unsur ke Pilkades ini larinya,” cetus Edi. 

Edi mengatakan, banyak kendaraan warga tidak bisa melintas termasuk satu-satunya mobil di Kampung tersebut. Atas kejadian ini warga enggan bertindak sendiri untuk merubuhkan tembok. Sebaliknya, perubuhan tembok ini harus disaksikan pihak Babinsa Babinkamtibmas  dan rapat bersama RT RW dan melaporkannya ke Muspika Kecamatan.  

Baca Juga  Ini Bentuk Pembalasan Kesalahan Anji Usai Videonya dengan Hadi Pranoto

“Kasian kan warga tidak bisa melintas, warga tertutup, ada mobil yang tidak bisa keluar. Tapi Mobil ada satu satu yang sudah keluar,” ucapnya.

Warga, kata Edi, melaporkan bahwa penembokan jalan tersebut dilakukan pendukung fanatik Haji Ulung. Pembokan juga didanai oleh Mantan Kades tersebut. 

“Masih di sini tim Pak Ulung masih ngulik liang bahasa sini gitu. Mencari kesalahan yang bisa dijatuhkan, ada tiga orang yang masih simpatasi. Mudah-mudahan Pak Ulung tidak seperti itu, tetapi pendukungnya ini yang bikin propovasi. Yang nembok bukan pak Ulung tetapi saya dengar yang modalin dikasih 1 juta,” katannya. 

Dikonfirmasi, Mantan Kepala Desa Cibadak Priode 2014-2019 Haji Ulung Saputra, membenarkan bahwa  penembok jalan tersebut dilakukan oleh dirinya. Ia mengaku hanya menutup tanah miliknya. 

Baca Juga  Kabupaten Bogor Siap-siap PPKM Darurat

“Iya yang ditembok itu tanah saya,” kata Ulung dikonfirmasi Metropolitan. Namun ia enggan menjelaskan lebih jauh alasan mengapa dilakukan penembokan tersebut. “Tidak apa-apa  karena memang itu tanah saya,” imbuhnya. 

Menanggapi pernyataan itu, warga yang diwakili Edi S, mengatakan, seharusnya ada pembicaraan dengan warga dan tidak mengambil tindakan sendiri mengingat lokasi merupakan akses jalan warga. 

“Alasannya tanah dia, ya ga bisa. Dari dulu juga itu jalan umum,  enggak ada jalan dia. Selain yang ditembok ada jalan juga dibongkar sama dia di Cibakatul, dari sebelum pelantikan kepala desa yang menang. Jadi buat masalah terus, mereka tidak terima dengan kekalahan. Kami prihatin di desa lain sudah sepi, ini masih saja,” cetus Edi. (don/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.