Mahasiswa Rumpin Titip Ini Buat DPRD

by -
GERUDUK: Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) saat berdialog di kantor DPRD Kabupaten Bogor, Senin (3/2).

METROPOLITAN – Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) ‘menggerudug’ kantor DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (3/2).

Bukan untuk aksi, tapi berdialog dan menyampaikan unek-unek di wilayah barat Kabupaten Bogor kepada pimpinan dewan. Setidaknya ada empat isu krusial yang dititipkan para mahasiswa untuk wakil rakyat.

“Poin pertama yang kami sampaikan yakni soal pertambangan. Secara hakiki, yang menghidupi masyarakat Rumpin kan bukan hanya dari sektor pertambangan,” kata Ketua Dewan Penasehat HMR, Didi Furqon, kemarin.

Pihaknya melihat pertambangan tersebut tidak terlalu memberikan manfaat, baik dari aspek kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur hingga daya beli masyarakat.

Ia pun ingin agar DPRD mengkonfrontir dengan pemerintah daerah dan perusahaan tambang.

“Sebelum kami class action,” imbuhnya.

Lalu, HMR pun menyinggung persoalan transportasi, dimana Kecamatan Rumpin yang memiliki 14 desa, yang seharusnya semua tersambung oleh transportasi umum.

Akan tetapi, hingga saat ini, ada enam desa yang sama sekali belum tersentuh kendaraan umum. Padahal, enam desa tersebut memiliki akses langsung dengan kabupaten maupun Kota Tangerang.

“Jalan ini sudah didominasi oleh kendaraan besar truk tronton berkapasitas lebih. Padahal sudah tertulis batas bebannya delapan ton,” keluh Didi.

Tak cuma itu, isu lain yang disampaikan yakni soal pertanahan. Pihaknya mencatat ada delapan desa bekas pertanahan eks perkebunan, yang sekarang malah dimiliki pihak lain diluar pemerintah, dengan luas lebih dari 700 hektar.

“Kami harapkan dewan bisa memanggil pihak swasta itu, untuk segera membangun keberadaan tanahnya sesuai dengan peruntukan, sesuai undang-undang, lahan HGU atau HGB yang tidak dimanfaatkan bisa diambil lagi ke masyarakat,” paparnya.

Tak lupa, kata dia, isu pemekaran Kabupaten Bogor Barat yang kembali memanas, karena Rumpin muncul sebagai alrernatif lain ibukota setelah Kecamatan Cigudeg.

Sebagai warga Rumpin, HMR tentu bangga bila benar hal itu terwujud. Namun bila tidak, bukan juga menjadi masalah besar.

“Jika tidak pun ya buat kami tidak masalah. Karena pokok utamanya adalah pemekaran Bogor Barat. Pemekaran harus direalisasi, karena kalau tidak, ada rencana Kecamatan Rumpin untuk masuk ke Kabupaten Tangerang,” tutup Didi. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *