Marak Tawuran, Siswa SMAN 3 Bogor Ngadu ke Komisi IV

by -
KUNJUNGAN: Komisi IV menerima kunjungan dari siswa SMAN 3 Bogor di kantornya.

METROPOLITAN – Maraknya tawuran di Kota Bogor belakangan ini mengundang keprihatinan banyak pihak. Tak terkecuali siswa dari SMAN 3 Bogor.

Mereka secara inisiatif mendatangi Komisi IV DPRD Kota Bogor untuk mencari solusi atas peristiwa yang belum lama ini telah memakan korban jiwa maupun luka di kota hujan.

Salah seorang siswa SMAN 3 Bogor Salsabila F.Azzahra, menyebut bahwa ada tiga persoalan yang melatarbelakangi perilaku tawuran antar pelajar. Mulai dari ranah keluarga, lingkungan rumah dan sekolah serta pendidikan di sekolah.

“Kami harap Komisi IV sesuai tupoksinya di bidang pendidikan bisa membantu agar pendidikan di Kota Bogor naik peringkat di tingkat provinsi Jawa Barat,” ujarnya kepada wartawan.

Di samping itu, untuk menyelesaikan persoalan tawuran menurut siswi yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat ini, DPRD Kota Bogor harus melibatkan lebih banyak lagi pihak-pihak terkait. Terutama yang menyangkut perilaku anak.

Seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Anak (DPMPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) hingga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“Kita jangan hanya fokus bahwa mencegah tawuran itu dengan cara menghukum pelaku agar jera. Sebab terkadang ada siswa yang awalnya tidak mau ikut tawuran lalu jadi korban perundungan oleh temannya hingga akhirnya ikut dan melakukan hal nekat,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti mengatakan, kedatangan para siswa tersebut sangat baik karena menjadi langkah awal mereka untuk mengetahui permasalahan yang ada di Kota Bogor. Salah satunya pembagian tugas antara eksekutif dengan legislatif.

“Ketika mereka sudah tahu ada eksekutif dan legislatif itu kan langkah awal mereka untuk tahu dan peduli terhadap Kota Bogor. Paling tidak ke depan mereka bisa memberikan masukan-masukan yang positif terutama di bidang pendidikan salah satunya tawuran antar pelajar,” ujarnya kepada wartawan.

Ke depan Endah berharap bisa mengundang Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Kota Bogor untuk duduk bersama Kantor Cabang Dinas (KCD), Dinas Pendidikan (Disdik) maupun stakeholder terkait untuk bisa melahirkan solusi atas persoalan yang terjadi. Sehingga dengan banyaknya kegiatan positif itu bisa menekan angka penyimpangan pelajar.

“Saya kepikiran mengundang OSIS se-Kota Bogor bersama Disdik dan KCD untuk FGD (Forum Group Discussion) atau workshop menggali persoalan apa yang terjadi terkait dengan penyimpangan perilaku atau yang lainnya sehingga akan banyak informasi, komunikasi yang terjalin dan berdampak pada pengurangan kegiatan negatif seperti tawuran itu,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Saeful Bakhri. Dia mengungkapkan bahwa sejak dilantik hingga saat ini sudah banyak yang dilakukan Komisi IV DPRD Kota Bogor terutama di bidang pendidikan.

Dengan kedatangan mereka maka bisa menjadi media agar lebih memahami tugas pokok dan fungsi Komisi IV DPRD

“Di tahun 2019 kita sudah memberikan kado terindah terkait penganggaran biaya penunggakan ijazah, kita sudah komunikasi dengan Pemprov Jawa Barat terkait PPDB online, membantu Disdik dan yang lainnya,” tandasnya.(dil/b/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *