Miskin Lapangan Kerja, jadi Pemicu Kawin Kontrak

by -

METROPOLITAN – Masih maraknya praktek kawin kontrak di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab masih saja terjadi praktek mesum ‘halal’, sehingga kembali diungkap kepolisian beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor perlu meningkatkan perannya dalam membuka lapangan kerja karena faktor ekonomi menjadi salah satu alasan.

Seharusnya dibuatkan kebijakan tertentu agar menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya kepada warga di selatan Kabupaten Bogor itu.

“Pemkab, termasuk saya (DPRD, red) harus berupaya penuh agar bisa membuka lapangan kerja, seluas-luasnya. Tapi sebelum itu, kita harus lihat dulu, untuk pelaku kawin kontrak itu, warga Bogor atau bukan. Atau misalnya pendatang,” katanya kepada Metropolitan.

Baca Juga  Tekan Kemiskinan, Pembukaan Lapangan Kerja Terus Dipacu

Menurut politisi Gerindra itu, masih adanya pengungkapan kasus oleh kepolisian memang jadi bukti praktek kawin kontrak masih terjadi.

Selain faktor ekonomi, investasi sumber daya manusia berupa pendidikan karakter, harus menjadi solusi jangka panjang.

Sebab, tak jarang semua pengungkapan dan penindakan pelaku kawin kontrak seperti tebang sekejap lalu tumbuh lagi alias sudah hilang lalu menjamur kembali.

“Kalau investasi itu dilakukan, fenomena itu akan tergerus dengan sendirinya. Jadi nggak cuma tebang, lalu tumbuh lagi. Supaya hilang dengan sendirinya. Maka sistem pendidikan, terutama karakter, yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Kaitan kebijakan dari DPRD, kata Rudy, akan dibahas bersama pemangku kebijakan legislatif lainnya.

Jika memang dibutuhkan, ia tidak menutup kemungkinan ada aturan atau kebijakan khusus untuk membabat fenomena ini.

Baca Juga  Tuntut Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

“Kita kaji dulu di dewan. Kalau memang perlu, akan kami upayakan tentunya,” imbuh Rudy.

Ditemui terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin juga mengaku tak ingin diam saja menanggapi kawin kontrak atau fenomena perdagangan manusia ini.

Ia pun memastikan Pemkab Bogor akan segera melakukan penertiban bersama dengan aparat kepolisian, TNI dan Kantor Imigrasi Bogor.

Belum lagi, fenomena ini tidak saja menjadi perhatian lokal, tapi juga menjadi perbincangan dunia.

Operasi gabungan kaitan kasus perdagangan manusia itu pun tengah direncanakan.

Selain juga penertiban tempat usaha yang kerap jadi lokasi praktek prostitusi pun akan ikut dibabat

“Ini jadi perhatian dunia loh. Kami juga harus bergerak menghentikan pelaku di dalam lingkaran itu,” pungkas wanita berkacamata itu. (ryn/c/yok)

Baca Juga  Yang Miskin Tambah Miskin, yang Nganggur Makin Subur

Leave a Reply

Your email address will not be published.