Pelebaran Jalan Otista, Warga Sempat Kaget Petugas Ukur Datang

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal melebarkan Jalan Raya Otista untuk mengatasi kemacetan di seputaran Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya Bogor (KRB).

Anggaran Rp20 miliar disiapkan untuk membebaskan lahan milik warga yang terkena proyek tersebut.

Ketua RW 01, Kampung Kebun Kelapa, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Tengah, Ii Cahyadi menceritakan, semula dirinya sama sekali tidak mengetahui proyek pelebaran jembatan dan Jalan Otista.

Ia sempat mendengar kabar soal wacana tersebut namun saat itu hanya dianggao angin lalu.

Setelah itu, Ii ia bersama warga dibuat heran dengan kedatangan sejumlah petugas yang melakukan pengukuran terhadap tiga rumah warga.

Tak lama selang petugas datang, Ii bersama perwakilan warga lainnya mendapatkan surat panggilan dari Pemerintah Kota Bogor. Ternyata, kabar tersebut benar adanya.

Baca Juga  Kota Bogor Khawatirkan Stok Daging Sapi Jelang Lebaran

Ii menjalaskan, tiga lahan milik warga terdampak gusuran proyek pelebaran jalan. Yakni milik Sindi, Abah Anom dan Mukri. Ketiganya juga mengaku tak keberatan selama itu ganti untung.

“Desember awal diukur, Desember akhir kita dipanggil ke Balai Kota Bogor. Nah dari situ kami tahu. Awalnya juga kami sempat kaget, soalnya tiba-tiba ada tukang ukur datang,” ujar Ii, Rabu (5/2).

Tiga bidang tanah yang akan dibebaskan memiliki luasan beragam. Sebetulnya, ada delapan bidang yang dibebaskan, lima bidang lainnya masuk ke Kelurahan Babakan Pasar.

“Tiga bidang yang ada di sini, di Baranangsiang, atas nama Sindi dengan luas 110 meter persegi, Mukri 40 meter persegi dan milik Abah Anom dengan luas 60 meter persegi,” tandasnya.

Baca Juga  Positif!, Bima Arya Bagikan Kisah Selama Terpapar Corona Lewat Buku

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozak mengatakan, pengerjaan pelebaran jalan dipastikan akan memakan sekitar 621 meter persegi lahan milik warga.

Pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pembebasan lahan.

Menurutnya, sampai saat ini proses sosialisasi proyek tersebut berjalan mulus.

“Sampai saat ini sosialisasi dengan warga lancar. Warga juga menerima untuk dibebaskan, tinggal nanti kita musyawarah dengan warga soal harga. Kita akan cek surat kepemilikannya, kalau sepakat tinggal bayar,” kata Chusnul, Selasa (4/2).

Rencananya, anggaran sebesar Rp20 miliar bakal digunakan untuk membebaskan delapan bidang lahan milik warga. Tiga bidang berada di Kelurahan Barangsiang dan lima bidang lainnya di Babakanpasar.

Baca Juga  Barongsai Buatan Warga Bogor Dipesan hingga Makassar

“Rp20 miliar kita siapkan untuk pembebasan lahan yang luasnya 621 meter per segi. Nanti kita kerahkan tim appraisal untuk menghitungnya, sambil mencari kesepakatan harga pembebasan lahan bersama warga nanti,” pungkasnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.