Peradi Siapkan Konsep Omnibus Law Untuk Kemajuan Kota Bogor

by -

METROPOLITAN – Jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bogor periode 2020-2024 telah resmi dilantik di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, kemarin (6/2).

Peradi Kota Bogor yang akan dipimpin oleh Gunara, dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Peradi, Luhut M.P Pangaribuan, serta disaksikan langsung oleh Walikota Bogor Bima Arya, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, unsur Forkompinda, para pimpinan Partai Politik dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Luhut Pangaribuan, berharap jajaran DPC Peradi Kota Bogor mampu menjunjung tinggi kepastian hukum bagi masyarakat Kota Bogor.

Selain itu, kemampuan anggota Peradi dalam hukum, menurutnya bisa menjadi partner bagi Pemerintah Kota Bogor.

Hal tersebut, menurutnya bisa diterapkan dalam pengetahuan soal Omnibus Law, yang akan berpengaruh kepada Pemerintah Kota Bogor.

Ia menyebutkan, Omnibus Law merupakan menyederhanakan regulasi dan memuat regulasi itu untuk satu isu tertentu misal cipta lapangan kerja dan tentang pajak.

“Jadi menyederhanakan supaya jangan hukum itu menghambat, tetapi ada untuk memfasilitasi. Advokat berperan untuk mendorong hal hal seperti itu. Advokat sangat dibutuhkan dan berperan untuk memperlancar supaya konsep Omnibus Law bisa terwujud dan sukses,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya mendukung semangat Peradi dalam mengusung konsep Omnibus Law, karena ingin memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha, ingin menyederhanakan sisi hukum yang tumpang tindih dan komplikated.

“Jadi semangatnya sangat bisa dipahami dan harus didukung,” ujarnya.

Kendati demikian orang nomor satu di kota hujan itu memberikan dua hal catatan. Pertama harus lebih partisipatif. Yaitu dengan melakukan kegiatan dengar pendapat serta mengundang jajaran Pemkot agar bisa memberikan masukan.

“Kedua, tidak boleh terburu buru harus matang karena ini payung dari segala payung hukum. Jadi harus kokoh, jangan sampai bertabrakan dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Bima menerangkan, pemkot akan memberikan bantuan atensi kepada rakyat yang membutuhkan khususnya yang tidak mampu dan prepentif.

Sebelum ada indikasi melawan hukum, teman teman peradi bisa membantu baik konsultasi, kajian dan lainnya sehingga on the track.

“Bukan ketika ada perkara kemudian advokat masuk, makanya bagus jika ada ruang ruang diskusi atau konsultasi dengan peradi,” katanya.

Sementara, Ketua DPC Peradi Kota Bogor terpilih, Gunara menuturkan, setelah dilantik dirinya akan mencoba beraudiensi dengan semua penegak hukum yang ada di Kota Bogor, selanjutnya akan mengadakan seminar seminar yang berkaitan dengan Omnibus Law karena menurutnya, Omnibus Law ini sangat perlu diketahui masyarakat.

“Apa sebenarnya Omnibus Law itu ? kita hanya tau menyebut namanya. Kata asalnya Omni yang ada didalam Bus sedangkan Law ialah hukum sehingga peraturan yang sekian banyak disatukan menjadi satu aturan, penyederhanaan suatu aturan hingga semua nanti akan mencakup dalam beberapa aturan yang disatukan dalam satu aturan,” terangnya.

Program kedepan, sambung Gunara, pihaknya akan memberikan bantuan bantuan hukum kerjasama dengan pemkot.

“Kita akan kerjasama berkaitan dengan perda mengenai bantuan hukum sehingga nanti bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang akan kami rencanakan dikemudian hari,” pungkasnya. (dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *