Prada Fachrul Jatuh dan Tenggelam di Sungai yang Banyak Buayanya

by -

METROPOLITAN –  Ratusan warga dengan naik kendaraan roda dua dan sempat memenuhi lokasi hilangnya Prada Fachrul anggota Kompi A 115/Macan Leuser Suro, di jembatan kawasan Selok Aceh, Singkil, Aceh Singkil, Rabu (19/2/2020) malam.

Kondisi itu menyebabkan terjadinya kemacetan di lokasi. Sebab warga memenuhi badan jalan, begitu juga dengan kendaraan yang diparkir menyesaki bahu jalan.

Personel polisi, TNI dan warga harus berusaha keras mengatur pengendara yang melintas agar bisa lolos dari kemacetan.

Warga datang ingin mengetahui peristiwa yang terjadi.

Sebagian ada yang turun ke sungai yang diduga menjadi lokasi korban jatuh hingga hilang tak ditemukan.

Berdasarkan informasi korban berangkat menuju tempat dinasnya di Kompi A 115/Macan Leuser Suro setelah pulang dari rumah orang tuannya di Pulau Banyak.

Baca Juga  'The Eternals' Kru dan Pemain Panik Ada Bom di Set Syuting

Sampai di lokasi Prada Fachrul diduga terjatuh ke sungai yang ada di jembatan menikung di kawasan Selok Aceh.

Hal ini berdasarkan sepeda motor, tas dan fiber ikan yang ditemukan di bawah jalan dekat sungai.

Dalam tas ditemukan baju loreng bertuliskan Fachrul R.

Sementara Fachrul sendiri tidak ditemukan di lokasi.

Personel TNI, Polisi, BPBD Aceh Singkil, relawan dan warga terus melakukan pencarian.

Terlihat Buaya di Sungai

Kawanan buaya terlihat di sungai lokasi Prada Fachrul hilang diduga jatuh di kawasan Selok Aceh, Singkil, Aceh Singkil, Rabu (19/2/2020).

Buaya tersebut terlihat bagian matanya memerah ketika terkena cahaya senter tim yang melakukan pencarian dengan menyisir sungai.

Serambinews.com yang ikut bersama tim pencarian menggunakan perahu karet BPBD Aceh Singkil, berkali-kali melihat buaya.

Baca Juga  Jenazah Bocah yang Hanyut Usai Rayakan Ulang Tahun Kembali Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Rata-rata buaya masih ukuran kecil, hal itu berdasarkan jarak dua bola matanya.

Jika disenter cahaya merah mata buaya terlihat berdekatan maka ukurannya kecil.

Sebaliknya jika jaraknya jauh berarti ukuran buaya besar.

“Banyak buaya terutama anaknya,” kata Fardi Akwin personel PMI Aceh Singkil yang ikut melakukan pencarian.

Buaya memang selama ini kerap nongkrong di sungai yang berjarak sekitar 250 meter dari kantor Badan Pengelola Keuangan Kabupaten Aceh Singkil, itu.

Kehadiran buaya tak menyurutkan nyali tim pencari.

Mereka terus menyisir sungai, bahkan menyelam. Namun melewati tengah malam pencarian dilakukan dengan penyisiran dari atas perahu.

Prada Fachrul diduga jatuh ke sungai.

Sebab sepeda motor yang dikenadarainya ditemukan sebagian masuk sungai. Sementara tasnya terapung di sungai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.