Program Andalan TP PKK Kota Bogor

by -
WISUDA: Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Yane Ardian saat mewisuda peserta Sekolah Ibu, belum lama ini

METROPOLITAN – Memasuki tahun kedua, aktivitas Sekolah Ibu masih eksis di Kota Bogor.

Program yang dicetuskan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bogor Yane Ardian ini dibentuk karena tingginya kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual dan kasus negatif lainnya di Kota Bogor.

Wakil Sekretaris I TP PKK Kota Bogor, Ria Maryam, mengatakan, Sekolah Ibu dirancang khusus untuk perempuan yang sudah berumah tangga demi meningkatkan kapasitas ibu dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak.

Ta hanya itu, sekolah ini juga mampu mandiri untuk keluar dari permasalahan sosial dan ekonomi.

“Sekolah Ibu dibuat untuk ibu-ibu yang sudah berumah tangga saja, tidak untuk single parent dan perempuan yang belum menikah.” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.

Sejak diresmikan pada 2018, program sekolah ibu mampu menekan angka perceraian di Kota Bogor. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor pada 2018 mencapai 1.732 kasus perceraian di dan 2019 menurun menjadi 1.230 kasus perceraian di Kota Bogor.

“Dengan program sekolah ibu mampu membantu menurunkan angka perceraian, dan dari keterangan ibu-ibu yang mengikuti program ini banyak yang merasakan perubahan yang baik di dalam rumah tangganya,” beber Ria.

Pada program sekolah ibu, terdapat dua orang tim pengajar yang nantinya akan disalurkan ke setiap kelurahan. Tim pengajar ini sebelumnnya akan diberikan pelatihan selama satu minggu di kantor TP PKK Kota Bogor.

Untuk tim pengajar akan melibatkan masyarakat umum dengan kriteria sudah menikah dan sudah memiliki anak, umur dibawah 50 tahun dan pendidikan minimal S1.

“Untuk yang mengajar nanti akan ada tim pengajar sebanyak dua orang disetiap kelurahan, dan tim pengajar ini akan diberikan pelatihan selama satu minggu,” ujar Ria.

Dalam prosesnya, program sekolah akan dilaksanakan dua hari, Senin dan Kamis pukul 13:00 WIB – 15:00 WIB dengan jumlah 30 peserta untuk satu kelasnya.

Pembelajaran yang akan diberikan sebanyak 18 modul diantaranya manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, serta memahami kepribadian anggota keluarga.

“Diharapkan dengan adanya program sekolah ibu, mampu memberikan perlindungan bagi para perempuan serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik serta mampu mewujudkan visi misi Kota Bogor yang ramah keluarga,” katanya. (cr2/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *