Risma Maafkan Warga Net Bogor

by -
SEPI: Rumah terduga pelaku pencemaran Wali Kota Surabaya di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, sepi penghuni.

METROPOLITAN – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) mengaku telah memaafkan warga net Bogor, Zikria Dzatil (43), tersangka ujaran kebencian atau penghinaan terhadap dirinya. Maaf tersebut diberikan Risma usai Zikria menyatakan permintaan maafnya secara terbuka di depan media serta berkirim surat langsung kepadanya.

“Kalau yang bersangkutan sudah meminta maaf, maka saya juga wajib memaafkan, karena Allah pun memberikan maaf untuk umatnya yang salah,” kata Risma, kemarin.

Maka itu, sebagai manusia, Risma merasa dirinya perlu memberikan maafnya. Sebab bagaimana pun, menurutnya, Zikria juga merupakan manusia biasa. “Saya maafkan yang bersangkutan, saya sebagai manusia, saya maafkan, karena beliau juga manusia,” ucap dia.

Tak sampai disitu, wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut juga berharap agar seluruh warga Kota Pahlawan berbesar hati dan mau memaafkan Zikria.

“Saya minta warga Surabaya hilangkan kebencian, jangan karena saya, kita saling bermusuhan, saya ndak ingin seperti itu. Saya berharap seluruh warga saya, kalau masih mencintai saya, tolong dimaafkan. Mari sama-sama berbesar hati untuk bisa memaafkan,” kata dia.

Kendati telah memaafkan, proses hukum terhadap Zikria yang saat ini ditangani oleh Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, masih tetap berlanjut.

“Pelaku sudah minta maaf kepada yang bersangkutan (Risma), sedangkan proses hukum nanti akan kami kaji lebih dalam, ada prosesnya, ada tahapannya nanti akan ditangani Kasat Reskrim,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.

Sebelumnya diberitakan, usai ditangkap tim Polrestabes C, Zikria Dzatil (43), warga Perumahan Mutiara Bogor Raya, Katulampa, Bogor, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Zikria diancam dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 UU ITE, terkait ujaran kebencian atau SARA dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Kemudian Pasal 45 Ayat 3 UU ITE terkait pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara, serta Pasal 310 KUHP.

Zikria terus menangis dan menyesali perbuatannya. Sesekali ia mengusap air matanya yang menetes ke masker yang menutupi wajahnya.

“Saya Zikria. Saya sangat menyesali atas apa yang saya lakukan. Karena pada dasarnya saya tidak pernah berniat untuk menghina Bunda Risma. Tapi hanya karena dunia mayalah yang membuat saya terpicu melakukan penghinaan satu sama lain,” tuturnya pelan, Senin (3/2).

Zikria mengaku tidak kenal dengan sosok Risma. Ia merasa terpancing melakukan itu karena situasi di dunia maya. Namun, ia enggan menyebutkan detail apa yang memicunya hingga nekat mengunggah penghinaan tersebut.

Zikria yang terus menundukkan kepalanya berulang kali menyampaikan permohonan maaf kepada Risma atas perbuatannya. Ia juga mengaku ingin bertemu wali kota Surabaya itu dan meminta maaf secara langsung.

“Saya tidak kenal dengan Bunda Risma. Saya mohon maaf Bunda Risma. Saya mohon maaf. Tolong maafkan saya atas perbuatan yang saya lakukan. Sekali lagi mohon maaf,” ucapnya.

Disisi lain, buntut penangkapan Zikria Dzatil, kediamannya terlihat sepi. Pantauan Metropolitan, Rabu (5/2), rumah biru muda dengan pagar putih itu nampak sepi dengan pagar tertutup. Tak ada aktifitas berarti dari rumah yang juga dijadikan warung sembako tersebut.

Ketua RT 04 Komar Saleh mengatakan, rumah tersebut memang dalam kondisi kosong. Usai digiring kepolisian, suami dan anaknya ikut mendampingi Zikria ke Surabaya. Sejak ditangkap rumahnya sepi. Soalnya saumi sama anaknya mendampingi ke Surabaya. Jadi rumahnya kosong aja,” kata Komar, Rabu (5/2).(cnn/ogi/b/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *