RSUD Leuwiliang dan Jalan Pasiripis Disuntik Banprov Rp43,9 M

by -

METROPOLITAN – LEUWILIANG Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang dan Jalan Pasiripis di Kecamatan Leuwiliang, bakal dibangun tahun ini. Anggaran tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan total anggaran Rp43,9 miliar. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jabar, Asep Wahyu Wijaya, mengatakan, dalam Pergub Nomor 79 Tahun 2019 tertanggal 27 Desember 2019 tentang APBD Tahun 2020.

Bantuan keuangan untuk Pemkab Bogor tercatat sebesar Rp254.659.933.951. Alokasi terbesar dari bankeu yakni untuk jaminan kesehatan bagi warga penerima bantuan Iuran BPJS yakni sebesar Rp53,79 miliar. Lalu, untuk pembangunan gedung RS Rujukan Regional–Cibinong senilai Rp42 miliar dan pembangunan RSUD Ciawi sebesar Rp38 miliar.

“Untuk Kecamatan Leuwiliang dialokasikan untuk pembangunan gedung RSUD Leuwiliang sebesar Rp20 miliar dan pembangunan jalan mulai dari Pasiripis, perbatasan Sukabumi, hingga ke Puraseda yakni sebesar Rp23,9 miliar,” ujar lelaki yang akrab disapa Kang AW.

Tak hanya rumah sakit, sambung AW, banprov digunakan untuk pembangunan Pasar Cisarua sebesar Rp25 miliar. Besaran angka ini menggenapi kebutuhan anggaran yang diperlukan yakni sebesar Rp35 milar yang terbagi dalam dua tahun anggaran. Di tahun sebelumnya, Pemprov telah memberikan bantuan sebesar Rp10 miliar.

“Saya berharap pembangunan pasarnya bisa tuntas sehingga akan berdampak pada semakin terakselerasinya perekonomian di area Bogor Selatan,” kata lelaki yang akrab disapa Kang AW.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar ini juga menjelaskan, alokasi bantuan anggaran juga diperuntukan bagi pengembangan destinasi wisata di kawasan Geopark Pongkor. Total besaran anggaran untuk kawasan ini tercatat sekitar Rp50 miliar. Untuk pembangunan Jalan Pasiripis, rusa jalan sampai Garehong sudah dibangun. Maka untuk ruas itu hanya tinggal perbaikan dan pelapisan saja. Ruas yang perlu dimaksimalkan adalah mulai dari Garehong hingga ke Puraseda.

“Terkait pembangunan jalan di ruas ini saya menekankan betul kepada Dinas PUPR Kabupaten Bogor agar dalam pelaksanaan dan pengawasannya bisa dimaksimalkan. Sehingga kejadian buruk kemarin seperti keterlambatan pembangunan hingga mangkraknya pembangunan tak kembali terulang,” tegasnya.

Apalagi ruas jalan ini akan menghubungkan dua Geopark di Jawa Barat yakni Ciletuh di Kabupaten Sukabumi dan Geopark Pongkor di Bogor bagian Barat. Selebihnya, anggaran dialokasikan juga untuk pengembangan destinasi wisata di kawasan geopark yang tersebar mulai dari Bantarkaret, Palasari, Malasari di Kecamatan Nanggung. Laku Kecamatan Sukajaya, Leuwiliang, Tenjolaya hingga Ciampea.

Untuk pendidikan, Banprov dialokasikan untuk bantuan guru-guru di daerah terpencil dan pembangunan command centre sebesar Rp5 miliar. Mengingat kenaikan bantuan anggaran yang cukup positif, diperlukan sejumlah catatan penting. Pertama, bantuan ini harus terserap dengan baik. Karena bagaimana pun, uang rakyat harus dinikmati kembali oleh rakyat.

Kedua, ia berharap bantuan provinsi ini terus ditambah setiap tahunnya. Karena jika dibanding dengan kota dan kabupaten lainnya, besaran bantuan yang diberikan Pemprov Jabar ke Kabupaten Bogor belumlah sepadan. Terlebih, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan konstribusi PAD dari Kabupaten Bogor ke Pemprov Jabar.

“Mudah-mudahan dengan formasi 11 anggota parlemen di Jabar asal Kabupaten Bogor ini memiliki kesepahaman yang sama untuk memperjuangkan pembangunan di dapilnya,”tukasnya. (ads/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *