Sempat Puasa Minum, Pengungsi Rancanangka Cileuksa Butuh Air Bersih

by -

METROPOLITAN.id – Kampung Rancanangka, Desa Cileuksa, Kabupaten Bogor menjadi wilayah terdampak bencana longsor paling parah. Ratusan warganya terpaksa mengungsi sejauh dua kilometer dari kampung halamannya.

Sedikitnya, ada 204 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 777 jiwa warga Rancanangka yang mengungsi di wilayah Cipugur.

Mereka mendirikan posko pengungsian menggunakan terpal dan bambu sejak sekitar seminggu belakangan.

Hingga Minggu, (9/2), aliran listrik belum juga masuk ke pengungsian. Warga memanfaatkan genset untuk menerangi tenda-tenda darurat. Namun, genset juga tak bisa maksimal lantaran warga bingung untuk membeli bahan bakarnya.

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya sumber air bersih. Ketua RW 04 Kampung Rancanangka Jaenudin mengatakan, untuk mendapat air bersih, warga harus berjalan kaki tak kurang dari satu kilometer.

Sebab, sumber air di lokasi pengungsian berbau dan warga takut untuk mengonsumsinya.

“Kalau mau air bersih jalan kaki dulu satu kilometer. Mau ambil di sawah takut karena air di sini bau,” kata Jaenudin.

Saat Metropolitan.id mengunjungi posko pengungsian, stok air mineral sendiri sudah habis. Warga pun kebingungan karena tak bisa minum. Jaenudin berharap bantuan air mineral untuk warganya diperbanyak karena sangat penting.

Sementara itu, salah satu pengungsian Haji Ope mengatakan, warga rencananya bakal membuat sumur secara gotong royong. Namun karena keterbatasan alat, rencana tersebut belum juga bisa dieksekusi.

Di samping itu, warga berusaha menarik air dari sumber air menggunakan pipa dan selang. Namun, pipa dan selang yang ada belum cukup sampai ke pengungsian.

“Kemarin baru 1500 meter, masih kurang selang dan pipanya sekitar 1000 meter lagi. Mudah-mudahan segera ada solusinya,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *