Semur Jengkol Favorit Kala Rabu Nyunda

by -

METROPOLITAN – Warnanya coklat, teksturnya empuk, sedikit kenyal. Rasanya gurih, berpadu dengan manis kecap dan pedas cabai.

Kudapan ini bernama semur jengkol. Menu masakan sunda khas Onih Hotel. Santapan yang laris manis diburu para tamu hotel da pengunjung restoran hotel yang berada di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Namun, untuk mencicipi kudapan ini, harus menghitung hari. Onih Hotel, hanya menyediakanya seminggu sekali. Yakni saat hari rabu saja, kala Rabu Nyunda.

Semur jengkol khas Onih Hotel yang tak berbau ini disajikan dengan 39 menu sunda lain di hari Rabu. Seperti, tumis jantung pisang, daun pepaya, nasi tutug oncom, lalapan, pepes, sambal, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Muliakan Perawat di Hari Perawat Nasional, Bima Arya Rela Jadi 'Pelayan'

“Iya, di sini, jengkol mejadi menu favorit dalam sajian makan siang mereka yang selalu menghiasi meja bufe atau meja sajian menu makanan setiap hari Rabu,” ucap Sales Corporate & Guest Relation Officer (GRO) Onih Hotel, Yosia Septria Rasna.

Itu buat masakan sunda. Hari lain, kudapan yang disajikan oleh Onih hotel bisa buat diet gagal. Hotel yang berada 50 meter dari Istana Bogor itu menyuguhkan restoran berkonsep tematik.

Sehingga menu makan siang di restoran Onih Hotel berbeda-beda setiap harinya. Tergantung konsep yang sedang diusung di hari itu.

Jika ingin merasakan masakan khas Sulawesi, datanglah ke Onih Hotel di hari Senin.  Bagi pecinta kuliner Jawa, bisa datang dihari Selasa. Terutama bagi yang ingin mencoba Selat Solo.

Baca Juga  Arch Hotel Bogor Belum Pasti Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kemudian di hari Kamis, bisa menemukan sajian masakan Padang yang lengkap dan melimpah. Satu di antara menu yang ada adalah bubur kapium, soto, dan sate padang yang menjadi favorit tamunya.

“Sate padang kami beda, biasanya kalau di luar pakai lidah sapi, di kami pakai daging,” jelas wanita berkulit kuning lansat itu.

Sedangkan tema hari Jumat agak berbeda karena mengusung masakan khas Timur Tengah, seperti nasi mandi, iga, daging kambing, sawarma, dan jala bread yang dicocol pakai kuah kare.

Bagi yang tidak suka nasi mandi khas Timur Tengah ini, restoran tetap menyajikan nasi putih dan merah.

“Kalau hari Sabtu tamu bebas pilih mau masakan tema apa, bagi tamu pertama yang booking. Jadi harus booking dulu,” jelas Oci.

Baca Juga  Kesepakatan Kerja Sama Beres, Perumda Tirta Pakuan Mulai Garap IPA Milik PT Unitex

Untuk menikmati semua hidangan tersebut, Anda hanya cukup membayar Rp135 ribu/orang bisa makan sepuasnya alias all you can eat.

Dengan harga tersebut, pengunjung bisa bebas makan apa saja yang tersedia di dalam restoran mulai pukul 11.30 – 15.00 WIB. Ada beragam menu yang disajikan, mulai dari makanan berat, bermacam minuman, camilan, dan desert.

“Dalam 1 hari kami menyediakan 40 – 50 makanan dan 5 macam sambal,” tutup Oci. (tib/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.