SMPN 1 Bogor Jaga Komunikasi Siswa, Guru dan Orang Tua

by -

METROPOLITAN – Kasus tawuran pelajar di Kota Bogor terus terjadi. Baru-baru ini, seorang pelajar berinisial MZ (16) meninggal dunia usai di-keroyok orang tak dikenal pada Minggu (9/2) pukul 04:00 WIB.Hal itu tentu mendapatkan perhatian serius dari beberapa kepala sekolah di Kota Bogor, untuk bagaimana sekolah

perlu mengupayakan berbagai cara agar kekerasan tidak men-jadi pilihan di masa-masa pen-carian jati diri mereka (pelajar, red). Kepala SMPN 1 Kota Bogor, Sri Sugiarti, mengatakan, strategi tersebut adalah komunikasi yang baik antara guru, orang tua, ko-mite sekolah dan Dinas Pendi-dikan (Disdik) Kota Bogor.

“In-tinya, komunitas dengan anak, guru, orang tua, komite sekolah dan disdik,” kata wanita yang akrab disapa Ajeng itu.Dengan komunikasi yang baik, maka tidak ada lagi yang akan ditutup-tutupi.

Apalagi, di SMPN 1 Kota Bogor selalu dilaksanakan pengarahan satu minggu sekali.

”Ini supaya bisa bisa terpantau. Sebab,tidak ada siswa bodoh dan nakal. Yang ada adalah murid yang tidak mengerti dan me-mahami. Maka tak ada nama-nya hukuman, yang ada ada-lah mendisiplinkan kepada hal positif,” pungkas wanita yang sudah mengabdi selama 27 tahun itu.(jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *