Warga Sawangan Turun ke Jalan Tolak Ahmadiyah

by -
AKSI: Sejumlah warga melakukan aksi menolak keberadaan Ahmadiyah di wilayah Sawangan, Depok. Mereka turun ke Jalan Raya Muchtar pada Jumat pagi.

METROPOLITANSejumlah warga yang mengatas namakan umat Islam Sawangan membentangkan banner bertuliskan Aliran Ahmadiyah Sesat dan Menyesatkan.

Tidak hanya itu, sejumlah peserta memberikan lembaran pamflet kepada pengguna Jalan Raya Muchtar tentang isi aksi damai dan ajaran Ahmadiyah yang dinilai menyesatkan. Tampak sejumlah pengendara mengambil lembaran tersebut yang diberikan peserta aksi damai.

Koordinator aksi, Rudi Suhendra mengatakan pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera menghentikan kegiatan jemaat Ahmadiyah di Kota Depok dan menggusur sekretariatnya.

“Kita berharap kalau perlu kita gusur ini tempat, enggak boleh mereka ada kegiatan di sini lagi,” kata Rudi.

Rudi juga meminta Pemkot Depok memfungsikan kembali segel di sekretariat jemaat Ahmadiyah yang sudah dipasang sebelumnya. Menurutnya, segel itu sepertinya tidak berfungsi lagi.

Pantauan di lokasi aksi, beberapa remaja dan pria dewasa membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap keberadaan jemaat Ahmadiyah. Spanduk juga menyematkan fatwa MUI yang menyatakan bahwa Ahmadiyah sesat.
Selain itu, ia juga menyesalkan kegiatan sosial jemaat Ahmadiyah bersama warga sekitar. Ia resah karena beberapa warga akhirnya menjadi pengikut Ahmadiyah.

Baca Juga  Perajin Tahu Tempe Jabodetabek Mogok Produksi

Menurut Rudi, kegiatan jemaat Ahmadiyah bukan persoalan baik dan buruk, tapi persoalan akidah umat Islam. Pendapatnya merujuk pada fatwa MUI yang menyatakan bahwa Ahmadiyah itu sesat.

“Mungkin warga bilang Ahmadiyah baik. Tapi ini bicara akidah. Akidah ini mereka sesat dan menyesatkan,” katanya.

Di sisi lain, Mubalig jemaat Ahmadiyah, Abdul Hafiz Bahansubu menanggapi santai tuduhan tersebut. Dia menyatakan tidak mengetahui perihal spanduk penolakan terhadap jemaat Ahmadiyah yang sudah tidak ada. Menurut Hafiz, hal itu merupakan kewenangan pihak kepolisian.Salah satu kalimat dalam spanduk berisi tulisan

“Kami Umat Islam Sawangan Depok Menolak Ahmadiyah Sesat”.

Rudi enggan menjawab ketika ditanya organisasi yang menaunginya. Dia mengatakan selama ini tinggal di sekitar sepuluh menit dari lokasi aksi jika ditempuh menggunakan sepeda motor.

Baca Juga  Telanjangi Anggaran Rakyat

Rudi menuduh jemaat Ahmadiyah telah mencopot beberapa spanduk yang mulanya dipasang di sekitar lingkungan tersebut.

“Ini loh ada Ahmadiyah sesat jangan sampe ikutan sesat. Spanduk kita dicopot oleh mereka. Kita enggak tahulah, enggak ada bukti kita nyopot. Tapi siapa lagi yang nyopot kalau bukan mereka?” ujar Rudi.

“Kita silakan aja. Buktikan seperti apa. Itu kan, urusan sama kepolisian. Silakan aja tanya, kita enggak tahu menahu masalah itu,” kata Hafiz.

Ketua Jemaat Ahmadiyah Sawangan, Niza Perdana menyatakan tak akan melakukan perlawanan kepada massa aksi. Pihaknya mungkin akan menempuh jalur hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

“Walaupun diprovokasi kita juga tidak akan melawan. Kita akan diam saja. Kita percayakan semua ke pihak yang berwajib,” kata Niza di tempat yang sama.

Niza menjelaskan selama ini jemaat Ahmadiyah tak pernah ada masalah dengan warga sekitar dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Jemaat Ahmadiyah, kata Niza, bahkan kerap melakukan kegiatan bersama dengan warga.

Baca Juga  Tutup Diskotek, Fahira Idris Suruh Kepala Daerah Tiru Bima Arya

Hal itu mereka lakukan sesuai motto Ahmadiyah, yakni “Love for All, Hatred for None”.

“Kalau kita intinya, Ahmadiyah ini cinta damai. Moto kita Love for All, Hatred for None. Jadi kita tidak akan melawan,” ujar Niza.

Sementara itu, Camat Sawangan Herry A. Gumelar menyarankan agar jemaat Ahmadiyah menghentikan kegiatannya. Hal itu, kata Herry, demi menghindari gejolak lebih lanjut di masyarakat.

“Saya kan mediasi dengan adanya aspirasi masyarakat. Kan ini sudah jelas sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri kemudian dari MUI melarang adanya kegiatan ini. Itu yang kita tegaskan. Untuk keamanan bersama kegiatan itu saya sarankan supaya dihentikan, supaya tidak ada gejolak lebih lanjut. Ke depannya akan lebih detail lagi,” kata Herry. (cn/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *