WO Kaleng-kaleng Tipu Calon Pengantin Rp2,5 M

by -
EKSPOS: Tersangka penipuan berkedok WO, AS, diamankan jajaran Polres Depok, kemarin.

METROPOLITAN – Kehadiran jasa Wedding Organizer (WO) sejatinya dapat membantu setiap pasangan calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahannya. Namun apa jadinya jika kehadiran WO abal-abal ini membuat puluhan pasangan pengantin gagal nikah. Ya, seperti yang dialami oleh Isnaini (25) warga Bogor yang nyaris gagal nikah akibat menggunakan jasa WO abal-abal.

Tergiur dengan harga yang murah Isnaini nyaris gagal melewatkan momen sakral dalam perjalanan hidupnya. Saat menjalani resepsi pernikahan pada (2/2) lalu, semuanya diluar ekspektasi Isnaini.  Tidak ada dekorasi dan catering, bahkan janur yang digunakan pun merupakan janur bekas resepsi yang pernah diselenggarakan di gedung tersebut.

“Dari pukul 14.00 hingga 16.00 sore, tidak ada catering sama sekali dan dekorasi pun akhirnya dibantu oleh pengelola gedung,” kata Isnaini.

Rata-rata korban terjerat setelah melihat harga promo yang ditawarkan pelaku melalui akun media sosial Instagram. Selain harga yang relatif murah sekitar Rp50 hingga Rp70 juta, korban juga diiming-imingi mendapat sepasang cincin emas seberat 10 gram.

I snaini mengaku pihaknya tidak hanya dirugikan secara materi tapi juga dipermalukan oleh perbuatan pelaku. Kala itu, Isnaini melangsungkan pernikahan dengan jumlah undangan mencapai 400 an pada Minggu 2 Februari 2020.

“Tapi kita kan namanya orang hajatan sakral tuh kita maunya itu jangan sampai makanannya itu kurang sampai 1600 pax. Walauapun undangan cuma 400 undangan. Dan ternyata di hari H itu benar-benar zong,” paparnya.

Baca Juga  Punya Anak Dua, Netizen: Tua Ya Lakinya.

Wanita 25 tahun ini mengungkapkan, kejanggalan mulai muncul dari menjelang persiapan pesta pernikahan yang berlangsung di salah satu gedung di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

“Dari jam dua siang orang gedung itu udah nanyain. Mana dekornya, catering-nya gimana, sampai jam tiga enggak ada juga sampai jam empat hari H itu enggak ada. Aku dan keluarga benar-benar pusing,” tuturnya.

Beruntung, pesta pernikahan masih bisa berjalan meski pada akhirnya tak sedikitpun makanan maupun minuman yang tersaji.

“Itu untungnya dekornya itu dibantu sama pengelola gedung. Dibantu sama mereka dan janurnya itu bekas orang yang duluan nikah. Terus di janurnya itu enggak ada namanya. Kita enggak ada dekornya. Untungnya juga pas akadnya itu kita dibantu sama pengelola masjid, kita koordinasi dengan pengelola gedung buat handle akad,” lanjut dia.

Isnaini menceritakan, proses pesta pernikahan yang dilaluinya sangat menyedihkan.

“Dari jam setengah enam sore itu enggak ada yang didekor sama sekali. Meja masih kosong. Catering enggak ada, sampai kita ulur waktu kan setengah delapan malam karena mulainya itu jam tujuh malam,” ujarnya.

“Sudah kita ulur setengah delapan kita masuk itu tamu sudah membeludak. Itu enggak ada juga (hidangan). Kita kira-kira mungkin datang jam delapan, ternyata enggak ada juga, sampai acara bubar jam setengah sepuluh malam, itu enggak ada juga,” tuturnya dengan nada sedih.

Saat itu, Isnaini dan keluarga telah berusaha menghubungi pemilik WO tersebut namun tidak ada jawaban.

Baca Juga  Bogor Valley Tawarkan Paket Pernikahan Rp32 Juta

“Dari sebelum akad, diteleponin pelaku itu enggak diangkat sama sekali,” kata dia.

Atas kejadian ini, Isnaini mengaku mengalami kerugian hingga Rp65 juta dengan penawaran paket Rp 70 juta.

“Dari Pandamanda akhir tahun itu ada promo jadi Rp50 juta, sudah semuanya, catering, MC, video. Itu benar-benar bukan materi aja yang dirugiin tapi juga malunya itu keluarga dan tamu undangan,” ucapnya.

Tak hanya Isnaini, rupanya WO bodong ini sudah menipu puluhan pasangan diantarannya warga Sunter, Jakarta Utara, Anjar Susilo (30) dan istri. Ia mengatakan, setelah melunasi biaya pernikahan senilai Rp 50 juta, kini harap-harap cemas karena hingga H-5 hari pernikahannya, pihak penata acara pernikahan itu belum juga melunasi pembiayaan vendor.

“Saya dikabari oleh vendor, katanya gedung belum dilunasi, padahal acara kami tanggal 9 Februari dan sudah kami bayar lunas ke WO,” kata Anjar.

Anjar mengatakan, dari penawaran promo itu dirinya mendapatkan 250 buah undangan, wedding ring, foto pra wedding, subsidi gedung dan catering. Namun dari semua yang ditawarkan itu baru dapat undangan dan foto pra wedding.

“Itu pun setelah kami mengemis-ngemis karena tidak ada kabar untuk lakukan pra wedding,” paparnya

Penyidik Polres Metro Depok menetapkan Anwar (32), warga Mampang, Pancoran Mas, Depok sebagai tersangka. Anwar terbukti bersalah karena telah melakukan penipuan 35 pasangan calon pengantin WO miliknya di Gallery Pandamanda.

Baca Juga  Ajudan Bupati Demak Meninggal Akibat kecelakaan

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, penyidik memperkirakan total kerugian korban mencapai Rp2,5 miliar.

“Tersangka kami tangkap di Kantor WO Pandamanda, Jalan Pramuka Raya Nomor 03, Mampang, Pancoran Mas, Depok. Calon korban sebanyak 35 orang yang sudah mengadu dan didata sudah membayar lunas untuk acara 2 bulan ke depan, total kerugian diperkirakan dari korban dan calon korban Rp2,5 miliar,” kata Azis.

Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan 1 bundel bukti-bukti transfer pembayaran, 1 bundel album foto prewedding, perangkat alat kantor, kartu ATM, serta 1 bundel print rekening pembayaran para korban.

Pelaku dijerat Pasal 378 juncto 372 KUHP soal Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

WO Pandamanda berdiri sejak Oktober 2013. Selain menyelenggarakan pesta pernikahan, Pandamanda juga bisa menggelar event gala dinner, pesta ulang tahun dan khitanan. Pemilik WO Pandamanda merupakan dosen Trisakti Shcool of Management dan Universitas Nasional yaitu Andrianingsih Anwar.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Depok AKP Firdaus mengatakan, hasil pemeriksaan tersangka mengakui terjadi kesalahan di manajemen hingga sebabkan banyak konsumennya tertipu.

“Kami masih terus lakukan penyelidikan,” kata Firdaus.

Firdaus pun menghimbau agar masyarakat lainnya yang sudah memesan melalui penata acara pernikahan ini agar segera mendatangi Mapolres Metro Depok.

“Sehingga bisa kami proses lebih lanjut,” ungkapnya. (viv/okz/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *