35.976 Warga Kota Bogor Pengangguran, Dewan Minta Pemkot Bikin ‘Career Center’

by -

METROPOLITAN.ID – Di tengah pesatnya pembangunan dan investasi yang masuk ke Kota Bogor, ternyata masih terdapat masalah polemik yang belum bisa tertangani dengan baik Pemerintah Kota Bogor, yaitu masalah pengangguran.

Berdasarkan data yang ada di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bogor, saat ini masih ada sekitar 35.976 orang warga Kota Bogor yang masih menganggur.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dewan berinisiatif mendorong Pemerintah Kota Bogor untuk membuat sebuah wadah yang bisa menampung para pencari kerja (Pencaker) yang ada di Kota Bogor.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Jaenal Muttaqin menilai pembangunan Career Center merupakan salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran.

“Ini harus dicarikan solusinya seperti apa. Di wilayah lain, Kabupaten Bogor misalnya, kan ada Bogor Career Centre (BCC). Itu bisa di adopsi ke Kota Bogor,” katanya kepada Metropolitan, Jumat (13/2).

Baca Juga  Santai Sambil Kerja DI COHERE CAFE

Kedepan, menurut Politisi Partai Gerindra ini, harus ada satu wadah yang memang utamanya memberi kepastian hukum bagi para pencaker yang sudah terdata resmi di Balai Latihan Kerja (BLK). Untuk selanjutnya, career centre itu bisa menyalurkan para pencaker ke perusahaan – perusahaan.

“Dengan wadah dan perantara itu saya rasa ini bisa lebih komperehensif dari sisi kebutuhan dan solusi masalah pengangguran yang ada selama ini. Ini harus dibahas serius antara dewan dan walikota, dengan perusahaan juga harus terlibat,” tegasnya.

Jaenal bercerita, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat melakukan kunjungan ke wilayah tetangga untuk melihat secara lansung sistem BCC tersebut. Memang diakuinya masih banyak kelemahan, namun setidaknya tak memberikan PHP kepada para pencaker.

Baca Juga  Atmosfer Porda 2018 Harus Untungkan Masyarakat

Meskipun masih sedikit menggunakan cara manual, akan tetapi BCC tersebut dirasa bisa memberikan manfaat besar. Sistem seperti BCC tersebut yang kemudian diyakini Jenal bisa diadopsi di Kota Bogor yang lebih kecil wilayahnya.

“Akan lebih mudah terpantau dan terkontrol. Termasuk investasi yang begitu besar di Kota Bogor saya harapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi para pengangguran. Tentu sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan,” sambungnya.

Jaenal juga mengatakan, tak menutup kemungkinan Kota Bogor bisa bekerja sama dengan BCC yang ada di Kabupaten Bogor, atau daerah tetangga lainnya. Pasalnya, tak sedikit juga warga Kota Bogor yang mencari mata pencaharian di wilayah lain. Maupun sebaliknya.

Dewan juga sempat membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai perindustrian dan perdagangan. Dimana tercantum salah satu klausul di batang tubuh pasal yaitu bahwa perusahan yang ada di Kota Bogor wajib memperkerjakan masyarakat lokal Kota Bogor untuk bisa masuk dalam perusahaan.

Baca Juga  Kota Bogor Zona Merah, Kabupaten Masih Ogah Terapkan Jam Malam

Namun, dalam peraturan yang lebih tinggi menyebut bahwa semua Warga Negara Indonesia berhak mendapat pekerjaan yang sama. Tanpa membeda-bedakan domisili. “Kita dianulir oleh provinsi karena tidak boleh dalam aturan,” tukasnya.

Diketahui, jumlah 35.976 orang warga Kota Bogor yang masih menganggur itu terbagi beragam usia. 17.491 orang berusia 20-24 tahun, 10.071 orang berusia 15-19 tahun, dan 8.414 orang berusia 25-29 tahun.

Sementara, pengangguran terbuka ada sebanyak 9,1 persen. “Kita saat ini masih melihat potensi yang ada di Kota Bogor. Namun itu (career centre) sangat baik, dan pasti akan kita dukung,” jelas Kepala Disnaker Kota Bogor, Elia Buntang.(dil/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.