Anggaran tak Jamin Kualitas Pendidikan Meningkat

by -
BANTUAN: Mendikbud, Nadiem Makarim, saat memberikan bantuan tas di SD Cirimekar, Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN – Wakil Ketua Majelis Permusyawa-ratan Rakyat (MPR) RI, Ah-mad Muzani, menilai, ting-ginya anggaran pendidikan yang digelontorkan pemerin-tah tidak menjadi jaminan peningkatan pendidikan ke arah lebih baik.

Yang harus diperbaiki adalah mutu pendidikan bagi calon pe-nerus bangsa.Muzani membeberkan, kenaikan anggaran pendi-dikan dari tahun ke tahun pada 2018 mencapai Rp444 triliun dari total APBN dan pada 2019 naik Rp492 triliun.

Namun, anggaran tersebut ternyata tidak membawa pendidikan semakin mem-baik. Semakin besar angga-ran pendidikan, ternyata semakin kompleks masalah-nya, namun rupanya pen-didikan masih dikeluhkan sana sini.

Bahkan, pemerin-tah membuat kebijakan sertifikasi tenaga didik guru. Hal itu pun belum menjadi-kan kualitas pendidikan semakin baik dan malah membuat guru semakin sibuk dengan proses administrasi agar dapat tambahan honor dari sertifikasi guru.

“Tadinya kita menyangka kekurangan biaya pendidi-kan menjadi problem dan sebab rendahnya mutu pendidikan kita. Pemerintah mengeluarkan dana BOS yang setiap waktu semakin besar. Setiap waktu pun se-makin tinggi dana BOS yang digelontorkan. Tapi, itu be-lum menyelesaikan problem pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mencontohkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil yang berlatar belakang pendidi-kan guru agama yang per-nah menjadi profesi selama hidupnya ternyata men-jadi menteri.

“Dari proses panjang kita berpendidikan itu akhirnya kita berkesim-pulan faktor utama yang tidak boleh kita lupakan adalah faktor ketuhanan. Faktor tuhan tidak boleh kita sepelekan dalam pen-didikan di Indonesia,” pung-kasnya. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *