’Coreng Muka’ Tegar Beriman

by -
POLEMIK: Pengunjung berswafoto di Situ Cibinong, Kabupaten Bogor, yang bermasalah sejak awal.

METROPOLITAN – Mulai dikerjakan sekitar pertengahan tahun 2019, proyek pembangunan Situ Cibinong Plaza rupanya sudah bermasalah sejak awal. Mulai dari pembangunan yang senyap-senyap, kontroversi tiang pancang miring, hingga menjadi salah satu temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Proyek yang menelan biaya Rp7,2 miliar pun seakan mencoreng nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ditengah upaya program ‘Beautification City’ yang digaungkan Bupati Bogor Ade Yasin.

Saat ini, warga pun sudah berseliweran bermain-main diatas bangunan yang menyerupai dermaga, yang dibangun diatas ratusan tiang pancang dengan beberapa diantaranya tertancap dengan kondisi miring itu.

Warga tak sadar, betapa proyek hasil dana bantuan provinsi Jawa Barat itu disebut bermasalah sejak di Detail Engineering Design (DED) alias perencanaan.

Belum lagi, hingga kini belum ada peresmian dari Pemkab Bogor, menandakan pekerjaan selesai meskipun kini sudah dibuka dan warga bebas masuk.

“Denger sih (soal tiang pancang miring). Cuma ya pengen tahu saja, kan katanya taman bagus buat foto-foto. Walaupun agak takut karena pernah dengar itu. Tapi nyatanya ini udah dibuka dan warga boleh masuk,” kata seorang pengunjung warga Bojonggede, Azis (26) bersama istri dan anaknya yang masih balita saat ditemui di sekitaran CSP.

Baca Juga  Jadi Sorotan Nasional, Srikandi Bara JP Hadiri Sidang Ade Yasin : Kok Nggak Terbukti OTT?

Persoalan makin pelik, lantaran sejak dinyatakan jadi temuan BPK akibat kelebihan bayar, hingga kini pemkab disebut belum membayarkan kewajibannya si penyedia jasa, PT Sinar Cempaka Raya.

“Belum, informasi dari DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, red) untuk proyek Situ Plaza Cibinong belum dicairkan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara.

Persoalan ini, sambung dia, harusnya jadi perhatian serius Pemkab Bogor dan melihat sisi keamanan warga yang masuk ke area itu. Menurutnya, proyek Rp7,2 miliar itu tidak seharusnya dibuka mengingat belum memiliki Surat Layak Fungsi (SLF). Politisi Partai Gerindra itu pun meminta sebaiknya Situ Plaza Cibinong ditutup saja.

“Ini kan belum diresmikan, belum ada ini masih bermasalah. Nggak boleh dibuka dulu lah, keamanannya belum terjamin itu, tahu sendiri kan tiang pancangnya miring. Tutup dulu sampai masalahnya itu selesai,” ucapnya.

Baca Juga  Swab Test Menyusul di Pasar se-Kabupaten Bogor

Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah pun dibuat pusing dengan kasus Situ Plaza Cibinong itu, lantaran adanya temuan ini, ia masih berkonsultasi dengan banyak pihak kaitan pencairan proyek ini. Sebab, hingga saat ini duit pembayaran masih ada kas daerah dan belum dibayarkan.

“Seperti buah simalakama. Memang seharusnya kita bayarkan dulu, baru mereka (kontraktor) membayar apa yang harusnya dikembalikan. Tapi kami nggak mau gegabah, makanya masih ada uangnya di kasda. Kami konsultasi dengan banyak pihak, seperti inspektorat, supaya clear,” tukasnya.

Jika pun dibayarkan, artinya menjadi tugas dinas dan Kejaksaan Negeri (Kejari), yang sudah memiliki MoU dengan Pemkab Bogor, untuk memastikan keberadaan uang tersebut.

Namun jika nantinya menjadi kerugian negara, maka pihak kejari-lah yang punya wewenang. Hal itu disebutnya tidak mudah, lantaran belum dibayar,si penyedia jasa terus ‘merongrong’ bahkan sedikit bernada ‘ancaman’ jika tidak segera dibayar, maka bisa jadi kantor bakal digerudug atau menggunakan cara lain.

Baca Juga  Ade Yasin Minta Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat WFO

“Ya mereka kan ingin cepat dibayar, tapi kan buat saya ini seperti buah simalakama. Dibayarkan nantinya bisa bermasalah, belum dibayarkan sampai sekarang aja bisa juga jadi masalah. Yang jelas uangnya masih ada, sehingga minimalisir adanya kerugian negara,” tegas Juanda.

Terpisah, Pelaksana Harian PT Sinar Cempaka Raya Dodi Setiawan enggan menyebut secara spesifik soal kepastian belum atau sudah dibayarkannya proyek yang sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) berlangsung selama 150 hari itu.

Ia pun mengaku sudah lelah menanggapi terpaan masalah yang menyakut proyek yang dikerjakannya itu.

“Kami para pelaksana, mandor, tukang, kenek, supplier barang yang masih belum tebayar hasil keringat kami selama bekerja di Cibinong Situ Plaza tahap II, memohon kepada Allah agar para pejabat bisa secara bijaksana mengambil keputusan yang tidak menyengsarakan kami. Kalau tetap tak mau sadar akan derita kami, kami mohon balasan secara langsung dari Allah. Ya analisis sendiri saja (dibayarkan atau belum, red),” pungkasnya. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published.