Corona Bikin Anjlok Wisatawan Puncak

by -

METROPOLITAN – Puncak, Kabupaten Bogor, selalu pu­nya magis untuk tetap mena­rik kunjungan pelancong berdatangan. Terkenal dengan wisata alam yang indah, men­jadikan kawasan di kaki dan lereng Gunung Gede Pan­grango ini tak pernah sepi dikunjungi wisatawan, baik nasional maupun internasio­nal.

Memiliki ketinggian rata-rata 700 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut, menja­dikan Puncak kaya akan iden­titasnya sebagai daerah dengan wisata alam nomor wahid di Kabupaten Bogor. Terlebih, kawasan yang berjarak sekitar 70 kilometer sebelah selatan Jakarta ini memiliki suhu udara rata-rata mencapai 14- 18 derajat Celsius.

Meski begitu, saat ini sejumlah wisata dan tempat hiburan di Puncak mengalami penurunan omzet. Apalagi, pasca- dikelu­arkannya imbauan dari pe­merintah pusat dan daerah kaitan penyebaran wabah virus corona di tanah air.

General Manager Taman Wisata Matahari (TWM), Er­wan Setiawan, mengatakan, tempat wisata ini mengalami penurunan signifikan, terlebih dalam kurun waktu dua hari terakhir. Dalam satu hari, jumlah pengunjung yang da­tang ke TWM biasanya men­capai 500 orang. Namun sejak Senin (16/3), angka tersebut merosot tajam yakni hanya 25 pengunjung per hari.

Dalam satu bulan, sambung Erwan, pengunjung TWM biasanya menyentuh 100 ribu. Namun ia sangsi angka itu bisa tercapai pada Maret ini, mengingat penurunan pen­gunjung yang sangat tajam dalam dua hari terakhir.

”Sudah dua hari ini peng­unjung sepi. Biasanya satu hari kita ada 500 pengunjung. Nah dalam sebulan kan bisa sampai 100 ribu pengunjung. Tapi, dua hari ini pengunjung kami cuma 17 sampai 25 orang,” keluhnya.

Sementara itu, pernyataan sikap dari pemerintah soal kasus virus corona, mem­buat ratusan calon pengunjung objek wisata seluas 22 hek­tare ini mengurungkan niat sambil menunggu kondisi membaik. ”Sebanyak 450 orang yang sudah reservasi mem­batalkan diri gara-gara ini (wabah virus corona, red), katanya nunggu kondisi pulih dulu,” katanya.

Erwan pun berharap pe­merintah cepat tanggap dalam menanggulangi wabah ini, karena berdampak sangat besar terhadap dunia pariwi­sata.

”Kita ingin semua membaik. Apalagi, sebentar lagi masuk Ramadan. Ini momen paling kita tunggu, karena puncak pengunjung ada pada sebelum dan sesudah Ramadan,” ha­rapnya. (ogi/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *