Kebiasaan Sarapan Pagi Bisa Cegah Obesitas

by -

METROPOLITAN- Berat badan berlebih pada anak tidak selalu berarti sehat, sebaliknya dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Menurut Ahli Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Ita Rosita, kegemukan terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan.

Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary lifestyle.

Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak aktif atau tak banyak bergerak dan terlalu banyak dihabiskan dengan duduk atau berdiam diri saja. Orang dengan gaya hidup sedentary ini biasanya hanya menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring dan menghabiskan waktu misalnya dengan menonton TV, bermain gawai, dan membaca. Sedentary lifestyle ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa tetapi juga dialami oleh anak-anak,” kata Ita.

Ita menyebutkan beberapa faktor yang dapat mengakibatkan kegemukan pada anak antara lain, faktor genetik, asupan makanan berlebih yang berasal dari olahan serba instan, minuman softdrink, makanan siap saji serta asupan susu formula yang melebihi porsi yang dibutuhkan bayi atau anak.

Selain itu, pola asuh yang tidak baik juga dapat mempengaruhi kegemukan terhadap bayi atau anak.

Banyak orangtua terlalu memanjakan anaknya sehingga apapun yang diinginkan anaknya, terlepas apa yang diinginkan anak ini akan berdampak buruk atau ketidakseimbangan antara pola makan dan aktivitas fisik sedentary lifestyle,”paparnya.

Beberapa cara menghindarkan anak dari obesitas ucap Ita, yaitu dengan cara pemilihan makanan atau minuman yang baik dan benar.

Selain itu, orangtua juga harus membiasakan bayi atau anak makan di meja makan dan tidak sambil mengerjakan yang lain.

Dan yang tak kalah penting, Ita juga mengingatkan agar orangtua membiasakan anak sarapan. Sarapan merupakan awal baik untuk anak saat memulai hari.

Ini bermanfaat agar anak kuat melakukan aktivitas dan menghindari makan berlebihan setelahnya.

Makan sambil bermain gawai atau nonton tv membuat orang tidak menyadari sudah berapa banyak makanan yang disantapnya,”terangnya (lip/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *